Bantuan Dianggap Salah Sasaran, Warga Bajo Mengeluh – FAJAR Sultra
News

Bantuan Dianggap Salah Sasaran, Warga Bajo Mengeluh

Rumah-bajo-KOnkep-300x225

KENDARIPOS.CO.ID LANGGARA- Welly kelihatan gusar. Warga Desa Langara Tanjung Batu Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) ini kesal. Ia protes terhadap cara aparat di desanya, mendata warga yang layak terima bantuan perbaikan rumah dari pemerintah.

Menurut ibu tiga anak ini, bantuan rehab rumah tidak layak huni tak tepat sasaran, ia menduga bantuan tersebut sarat kolusi dan nepotisme. Sehingga pendataan rumah yang mendapatkan bantuan juga asal-asalan. “Kasihan, rumahku yang hanya beratapkan rumbia, dinding papan dapat bantuan Rp 10 juta. Sedangkan yang atapnya seng dapat Rp 15 juta. Lucu sekali ini bantuan,” ucap Willy berurai air mata saat ditemui, kemarin (3/1).

Dirinya sangat kecewa dengan aparat desa setempat. Saat pendataan dilakukan, dia mengaku dijanji akan diberikan bantuan sebesar Rp 15 juta. Tapi kenyataanya yang diterima hanya Rp 10 juta. Itupun bukan dalam bentuk tunai. “Kami terima lewat rekening. Itu juga sudah dipotong sama pemilik untuk uang pembeli kayu,” jelasnya.

Dia juga sesalkan bantuan papan dan balok tidak sesuai dengan yang didinginkan. 54 lembar seng, 23 balok batang kayu dan 68 lembar papan diangap juga tidak cukup untuk merehap 1 buah rumah. “Kalau hanya itu bantuan yang dikasih, tidak cukup lah, belum lagi mau pasang lantainya. Saya juga mau mempertanyakan jumlah bahan keseluruhan. Pasalnya kami hanya dikasi nota, tapi tidak dicantumkan nominal barangnya,” beber Willy yang mengaku sudah 10 tahun tinggal di desa itu.

Sementara itu, Kepala Desa Langara Tanjung Batu, James Munandar mengatakan, memang bantuan itu ada di desanya. Hanya saja bantuan itu berasal dari pemerintah pusat. “Iya ada, itu bantuan stimulas perumahan dari perintah pusat,” ujar James saat dihubungi, kemarin (3/1). Menurutnya, bantuan tersebut sudah disalurkan sesuai peruntukannya. (b/san)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top