Kecelakaan Tanker Vs Kapal Nelayan – FAJAR Sultra
News

Kecelakaan Tanker Vs Kapal Nelayan

♦ Dua Meninggal dan Satu Orang Hilang

KENDARI – Setelah melakukan koordinasi dengan Polda Sulteng terkait kasus tabrakan antara KM Angelia Dua dengan Kapal Nelayan di Kepulauan Morowali Selasa (28/12) malam sekitar pukul 18.30 Wita, diawal tahun 2017 ini Direktorat Polair Polda Sultra tengah mengintensifkan serangkaian proses penyelidikan.

Tim Rescue Basarnas Kendari mengevakuasi korban meninggal dunia di atas Kapal KM Angelina 2, usai tabrakan dengan kapal nelayan, di Perairan Morowali.

Pada Selasa (3/1) Penyidik Polair memintai keterangan Kapten Kapal KM Angelia Dua atas nama Rama. Dimana bersangkutan diperiksa sebagai saksi dan dicecer dengan beberapa pertanyaan. Berdasarkan pantauan Rakyat Sultra, Rama meninggalkan Mako Polair Polda Sultra menjelang kumandan azan Salat Asar.

Pemeriksaan terhadap Rama terkait insiden tabrakan antara kapal nelayan dengan kapal pengangkut produk minyak bumi, yang terjadi di perairan Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Kapal pengangkut BBM ini berangkat dari Pelabuhan Luwuk Sulteng menuju Kota Baubau.

Sayangnya ditengah perjalanannya, ditengah kegelapan malam muncul dari arah depan sebuah kapal nelayan tanpa cahaya lampu menabrak kapal Angelina Dua. Saat tabrakan kapal nelayan yang ditumpangi tiga awak itu meledak, yang diduga berasal dari tabung elpigi 3 kg yang tersambung dengan kompor gas.

Kasubbid PID Humas Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh, membenarkan pemeriksaan terhadap saksi Rama selaku Kapten kapal Angelina 2.

“Iya Kapten Kapal Angelina 2 dimintai keterangan sebagai saksi, terkait tabrakan kapal yang mengakibatkan dua penumpangnya meninggal dunia karena terbakar,” kata Dolfi.

Dua lelaki yang dinyatakan meninggal dunia adalah penumpang kapal tanker KM Angelia 2 bernama Marten Pangkun Riang dan Theodorus Tumanam. Sedangkan dari kapal nelayan atau longbut yang dilaporkan selamat yaitu Irwansyah (32) mengalami luka bakar bagian paha dan Samsul (36).

Sementara atas nama Sofyan selaku nahkoda kapal nelayan asal morowali sampai saat ini belum ditemukan dan masih dalam pencarian dari Tim Rescue Basarnas Palu bekerjasama dengan Aparat Direktorat Polair Polda Sultra.

Sebelumnya, Samsul selaku awak kapal yang selamat dari peristiwa naas mengerikan itu menuturkan kapal nelayan yang ditumpanginya berangkat dari Pelabuhan Bungku menuju perairan Morowali untuk mencari ikan.

Di tengah laut tiba-tiba kapal longboat itu listriknya padam. Samsul dan Irwansyah saat itu juga memperbaiki mesin sedangkan Sofyan selaku juragan kapal tengah asyik menikmati tidurnya.

Meskipun listrik kapal dalam keadaan padam. Namun kapal nelayan tersebut tidak juga mengurangi kecepatannya. Saat Irwansah berada diatas kendali kapal dan mengurangi laju kapal secara spontan kapal tersebut sudah berhadapan dengan kapal Tanker pemuat BBM.

Dan tidak berselang lama setelah kapal nelayan menabrak Kapal Tanker tersebut beberapa menit kemudian tiba-tiba meledak, dua awak kapal tanker saat itu sudah melompat dan berada diatas kapal nelayan turut menjadi korban atas ledakan tersebut. (p2/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top