Bu Bidan Sabar ya …. Simak Nih Kata Kadinkes – FAJAR Sultra
News

Bu Bidan Sabar ya …. Simak Nih Kata Kadinkes

KENDARIPOS.CO.ID KENDARI- Penantian Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kian tak jelas. Hingga kini, pemerintah pusat tak kunjung memberi kepastian menyangkut nasib bidan yang telah mengikuti seleksi penerimaan PNS bulan Juni 2016 lalu.

Bukan hanya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), namun juga pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Padahal sudah kesekian kali, pengumuman hasil seleksi tes tertulis ditunda.

“Informasi belum kami terima. Dalam beberapa pertemuan di pusat pun, sinyal itu kami belum disampaikan. Makanya, saya tidak bisa memastikan. Apalagi posisi Pemda hanya pengguna. Sementara yang menyeleksi dan menentukan siapa yang lulus menjadi domian pusat,” beber dr. Asrum Tombili, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra saat ditemui, Kamis (5/1).

Pemda sambung mantan Direktur RSJ Sultra ini, hanya diminta bersabar. Berdasarkan hasil konfirmasi, proses pengkajian anggarannya masih berlangsung. Usulan alokasi anggarannya masih dikalkulasi dengan kemampuan postur APBN. Bila dianggap cukup, anggarannya baru akan disisihkan.

Apalagi kuota CPNS baru bagi bidan PTT cukup besar yakni sekitar 25 ribuan pegawai. Makanya, pusat belum mau memberikan kepastian. Hal ini berimbas pada penundaan jadwal pengumuman hasil seleksi. “Soal keterbatasan anggaran menjadi kendala. Postur APBN tidak cukup ideal untuk mengakomodir pegawai baru. Makanya, proses pengangkatannya terpaksa dipending. Bila diangkat, maka gajinya langsung akan dibayarkan. Padahal APBN sudah cukup terbebani dengan pembiayaan lainnya,” jelas mantan Kepala Dinkes Konawe ini.

Meskipun kuotanya cukup besar, pusat tak membagi jatah khusus untuk masing-masing daerah. Penentuan kelulusan tetap berdasarkan hasil tes tertulis. Selain itu, pusat juga memberi persyaratan yang ketat bagi yang lulus. Sebab kuota ini memang diperuntukan bagi bidan yang bertugas di daerah terpencil, daerah terluar atau perbatasan. Bagi mereka yang lulus, tidak bisa mengajukan pindah selang waktu beberapa tahun.

“Jadi kita tunggu saja. Yang pasti, tahun ini kemungkinan besar akan diangkat. Kalau belum bisa diakomodir awal tahun ini. Anggarannya baru akan disisihkan pada APBN perubahan. Untuk saat ini, pusat yang meminta untuk menunggu,” pungkas Asrum. (b/mal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top