Waspada, DBD Menyerang Lagi – FAJAR Sultra
News

Waspada, DBD Menyerang Lagi

download-1

KENDARIPOS.CO.ID KONSEL-Sebanyak delapan warga dari empat desa di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mulai terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Korban paling banyak ada di Desa Ambesea sebanyak empat orang. Kemudian di Desa Aepodu ada dua orang. Selanjutnya Desa Lantari Jaya (satu orang) dan di Kelurahan Punggaluku juga satu orang. Jumlah itu berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes Konsel).

Warga setempat mulai resah dengan munculnya penyakit jentik aedes aegpty itu. Salah satu warga dusun IV Desa Ambesea, Subair mengaku penyakit menular tersebut sudah masuk kategori darurat. “Disini sudah banyak warga yang sakit akibat DBD. Ada hampir sepuluh orang, hanya yang parah empat orang,” jelasnya saat ditemui, kemarin (6/1).

Dinas Kesehatan Konsel sudah mengetahui persoalan itu. Mereka membenarkan kalau di Desa Ambesea sudah ada empat warga terjangkit DBD. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular (P2P) Dinkes Konsel, Awaludin memastikan para penderita DBD tersebut sudah mendapatkan perawatan intensif.

“Ada 4 orang. Ini berdasarkan pemeriksaan lab Puskesmas Punggaluku. Karena lekosit turun, terombosit dan HB turun. Mereka adalah Yakub (42), Epan (26), Nyoman (50) dan Jamaldi (27),” ungkapnya.

Selain di desa Ambesea, pihaknya juga mencatat masih ada dua orang di Desa Aepodu. Yakni Kadek (2) dan Jayatni (42). Juga ada di Desa Lantari Jaya dan warga Punggaluku. “Mereka kini dalam perawatan intensif. Kami juga sudah lakukan fogging untuk membunuh jentik nyamuk penyebabnya,” terangnya.

Kepala Dinkes Konsel, dr Marhayu membenarkan adanya laporan warga yang terjangkit penyakit karena nyamuk aedes agepty tersebut. “Ia, kami sudah melakukan penanggulangan dengan melakukan fogging di tiga desa itu,” katanya.

Ia menambahkan, dari hasil wawancara dilapangan, penyebab mewabahnya penyakit itu diakibatkan oleh kurangnya kesadarn warga untuk segera berobat manakala ada yang mengalami ciri-ciri penyakit tiga huruf itu.
“Masalahnya, masih banyak warga yang dicurigai DBD tapi tidak mau ke Puskesmas. Akhirnya merembet ke warga lainnya,” jelasnya.

dr Marhayu berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Utamanya warga yang ada di desa, supaya lebih waspada akan penyakit itu. Pasalnya tambah dia, diawal Januari hingga maret ini merupakan musim rawan DBD. “Saya juga mengharapkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Serta cepat ke Puskesmas kalau ada gejala penyakit menular itu,” ingatnya. (b/kam)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top