Umar Arsal Bangun 200 Rumah Layak Huni di Konsel – FAJAR Sultra
News

Umar Arsal Bangun 200 Rumah Layak Huni di Konsel

ANDOOLO, BKK – Anggota DPR RI dari Partai Demokrat perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), H Umar Arsal melakukan peninjauan pelaksanaan proyek APBN yang dialokasikan di beberapa desa yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), akhir pekan kemarin.

Peninjauan tersebut guna melihat realisasi kegiatan yang telah dilaksanakan usai menyerap aspirasi masyarakat Konsel yang diusulkan melalui Rumah Aspirasi Umar Arsal.

Diantara program yang sudah diperjuangkan Arsal untuk Konsel adalah bedah rumah agar layak huni. Berkat Arsal, setidaknya ada 200 rumah yang kini berstatus layak huni, tersebar di sejumlah kecamatan.

Diantaranya di Kecamatan Buke; Desa Tetenggolasa sebanyak 30 rumah, Desa Wulele sebanyak 70 rumah, Desa Puuduria Jaya sebanyak 40 rumah ditambah pembukaan jalan baru sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan Desa Puuduria Jaya dan Desa Buke.

Sementara di Kecamatan Baito seperti Desa Mekar Jaya sebanyak 30 rumah dan di Kecamatan Laonti yakni Desa Tambeanga juga 30 rumah.

Bantuan bedah rumah tersebut dilaksanakan secara swadaya oleh pemilik rumah dengan bantuan bervariatif, sesuai dari kriteria rumah yang akan dibedah. Mulai dari Rp 10 juta-Rp 25 juta per unit.

Umar Arsal juga telah mengusulkan di kementerian terkait pembangunan drainase di Desa Ahuangguluri dan Desa Matabubu Kecamatan Baito serta bedah 30 rumah tidak layak huni di Desa Ataku Kecamatan Buke.

“Insya Allah tahun ini bisa terealisasi,” ujarnya di sela-sela kunjungannya.

Umar Arsal menuturkan pembangunan rumah layak huni tersebut merupakan usulan dari rumah Aspirasi Umar Arsal yang disinergikan dengan program Kementerian PU melalui Dirjen Penyediaan Rumah.

“Untuk tahun 2016 kemarin, diprogramkan sebanyak 96 ribu rumah layak huni di seluruh Indonesia di mana target pemerintah pusat sebanyak 1 juta rumah. Hanya saja, kemampuan pemerintah melalui dana APBN itu sekitar 10 persen. Sehingga dari total 96 ribu rumah, khususnya di Sultra baik usulan dari rumah aspirasi kami, maupun pemerintah kabupaten/kota cukup banyak,” ungkapnya.

Tahun 2016 kemarin, lanjut dia, ribuan rumah yang telah yang telah diusulkan pemerintah kabupaten termasuk kabupaten pemekaran.

“Misalkan untuk Konsel sendiri rumah yang tak layak huni, menurut informasi dari bupati sebanyak 13.500 rumah. Jumlah tersebut jika mengharap dari dana APBD pastilah tidak mencukupi. Oleh karena itu, dengan adanya program pemerintah pusat dapat disinergikan melalui anggaran dana desa sehingga dengan berakhirnya jabatan bupati dan wakil bupati 2021, rumah-rumah yang tidak layak huni di Konsel sudah tidak ada lagi,” harap wakil rakyat di senayan ini.

Umar juga mengapreasiasi pemerintah daerah yang sebelumnya telah melaksanakan program pembedahan rumah di beberapa titik di Konsel. Sehingga, lanjut dia, kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni dapat terwujud hingga lima tahun kedepan.

Di Konsel sendiri, bantuan rumah yang diusulkan melalui Rumah Aspirasi Umar Arsal dan telah direalisasi sebanyak 200 unit rumah ditambah pembangunan jalan yang menghubungkan antara Desa Puuduria Jaya ke Desa Buke sepanjang dua kilometer.

“Bantuan ini kita harapkan, dengan membangun 1 juta rumah per tahun, bisa tuntas dalam pengentasan rumah tak layak huni. Kita pula berharap ada terobosan dari gubenrur dan bupati untuk mensinergikan dengan anggaran dana desa guna mempercepat program pengadaan rumah untuk rakyat di masing-masing daerah. Di lain pihak, kebutuhan papan masyarakat dapat teratasi sehingga meringankan beban bagi warga miskin,” harap politisi Demokrat itu.

Kepala Desa Tetenggolasa, Muhamad Mahrudin mengapresiasi bantuan bedah rumah sebanyak 30 unit dari Rumah Aspirasi Umar Arsal. Pihaknya berharap, desanya masih bisa mendapatkan bantuan tersebut mengingat masih banyak rumah-rumah yang tidak layak huni terdapat di desanya.

Salah satu warga Desa Wulele, Wardah mengaku bersyukur dengan adanya bantuan tersebut. Wardah mengungkapkan, sebelum adanya bantuan itu, rumah yang dihuni bersama keluarga dan lima orang anaknya hanya berdindingkan papan.

“Akhirnya ada bantuan kita bisa cetak batako, beli pasir dan semen jadi bangun rumah batu,” tuturnya. (k8/b/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top