Warga Protes! Ada yang Pagar Hingga ke Bibir Pantai Batu Gong – FAJAR Sultra
News

Warga Protes! Ada yang Pagar Hingga ke Bibir Pantai Batu Gong

Pantai Batu Gong yang dipagari hingga ke bibir pantai ini diprotes warga setempat. Foto: Komar Sengkang

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Pencaharian sejumlah warga di Pantai Batung Gong terancam gulung tikar menyusul langkah seseorang yang memagari lahan miliknya hingga ke bibir Pantai Batu Gong. Tak hanya itu pemagaran permanen itu menyebabkan warga tak lagi leluasa mengakses pantai hingga ke ujung dengan menggunakan kendaraan.

Protes pemegaran itu disuarakan oleh Rasyid, salah seorang warga Batu Gong, yang selama puluhan tahun mengandalkan pencahariannya dengan menjual air bersih bagi warga yang usai mandi di Batu Gong. Pasalnya, pagar permanen itu menyebabkan warga yang bisa mengakses ke lokasinya menjadi sangat berkurang. Usahanya dan beberapa warga lainnya pun terancam tutup, menyusul tertutupnya akses jalan pantai dengan pemagaran yang diduga milik seorang anggota Polda Sultra itu.

Protes dilayangkan Rasyid bukan hanya karena mata pencahariannya terancam, tetapi lokasi tempat yang kini dipagari itu memang dari jaman dulu merupakan jalan pantai, walaupun tidak beraspal. “Dari dulu juga ini sudah menjadi jalan, namun sekarang pengunjung pantai sudah tak bisa mengakses tempat ini lagi,” kata Rasyid.

Pantai Bato Gong merupakan salah satu objek wisata andalah yang terletak di Kabupaten Konawe. Letaknya hanya sekitar 16 KM dari Kota Kendari. Pantai itu telah dikenal sebagai objek wisata yang telah lama dikunjungi. Sayangnya, minimnya perhatian pemerintah menyebabkan objek wisata itu tidak ada peningkatan fasilitas bagi pengunjung.

Jangankan memperhatikan untuk membangun fasilitas, pemerintah bahkan tak memperhatikan apa yang menjadi keluhan Rasyid, warga desa setempat yang mengais rejeki dari kehadiran pengunjung.

Letak rumah Rasyid terletak persis di samping pagar tembok yang menjorok ke Pantai Batu Gong. Membandingkan rumah itu memang begitu kontras, satu terbuat permanen dan kokoh dengan pagar, sedangkan rumah Rasyid terbuat seadanya.

“Saya telah melaporkan hal ini ke Polda, namun hingga sekarang belum ada tindak lanjut. Saya melaporkan ke media untuk menyuarakan harapan kami sebagai orang kecil,” kata Rasyid.

Rasyid mengaku juga akan melaporkan hal ini ke Bupati Konawe, namun setiap berkunjung bupati tidak ada di tempat. “Kami juga heran kok pantai bisa dipagar seperti ini. Bagaimana proses penerbitan izinnya, kok tidak mempertimbangkan sempadan pantai. Apalagi daerah ini merupakan kawasan wisata yang harusnya dapat diakses secara umum, dan bagaimana dengan nasib warga seperti kami,” tutur Rasyid sedikit emosional.

Pantauan kendaripos.co.id, pemagaran yang dilakukan memang sampai ke bibir pantai. Kalau pasang, air laut bisa mencapai pagar. Akses warga juga menjadi terbatas hingga ke ujung pantai. Hingga kini Rasyid dan sejumlah warga masih menahan perih akan kesewenang-wenangan orang yang memiliki pangkat, jabatan dan tentu saja uang. Sayangnya, pemerintah yang diharap memberikan keadilan hingga kini belum bereaksi dan Rasyid pun masih harus berjuang dengan segala keterbatasannya. (sawal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top