Hmm Mobdis Ditarik, Kadis ini Kok Kesal ya….. – Fajar Sultra
News

Hmm Mobdis Ditarik, Kadis ini Kok Kesal ya…..

KENDARIPOS.CO.ID KOLAKA- Salah satu tugas dan fungsi Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) adalah menertibkan aset. Namun, dalam menjalankan tugas tersebut, BPKAD Kolaka dalam hal ini Bidang Aset mendapat respon kurang baik dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kolaka, Syafruddin.

Dimana, setelah mobil dinas (mobdis) pejabat eselon II itu ditarik pada pekan lalu, Syafruddin melontarkan kata-kata yang kurang elok didengar kepada Muhammad Said Hafid yang menjabat sebagai Kepala Bidang Aset BPKAD Kolaka. Sepertinya dia tidak ikhlas mobdis tersebut ditarik.

“Mobdis Kadis DKP kami tarik untuk diberikan kepada Kadis Pemukiman dan Perumahan Rakyat yang belum punya mobil dinas. Mobil itu juga habis kecelakaan dan disimpan begitu saja selama satu tahun tanpa upaya perbaikan. Jadi daripada mobil itu tidak terpakai, lebih baik difungsikan. Tapi rupanya penarikan mobil itu tidak diterima oleh bersangkutan (Syafruddin, red). Tadi kami bertemu dan dia mengatakan bahwa seluruh pegawai DKP mengutuk Kabid Aset,” tutur Muhammad Said Hafid saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/1).

Menurut Said, perkataan yang dilontarkan Syafruddin (mengutuk,red) sangat tidak patut diucapkan oleh seorang pejabat. Apalagi, penarikan mobil tersebut berdasarkan perintah atasan. Dalam hal ini Bupati Kolaka, H Ahmad Safei. “Saya tidak terima dengan ucapan Kepala DKP dan saya akan laporkan ini ke bupati. Karena kami menarik mobil itu sudah berdasarkan aturan dan juga atas perintah pimpinan,” tegasnya dengan nada jengkel.

Kadis DKP Kolaka, Syafruddin tidak menapik hal itu. Dia membenarkan kalau pernah mengatakan bahwa seluruh pegawai DKP mengutuk Kabid Aset (Said Hafid,red). Hanya saja, perkataan itu tidak berhubungan dengan penarikan mobil dinas. Malah menurutnya itu hanya candaan saja.

“Memang saya bilang begitu. Tapi tidak ada hubungannya dengan penarikan mobil. Itu hanya bercanda dan tidak mungkin saya mau marah kalau mobil ditarik, apalagi itu perintah bupati. Adapun maksud perkataan kutuk itu, karena Said Hafid pernah tercatat sebagai pegawai DKP. Saat menjabat sebagai Kabid Aset, dia berikan kantor DKP di lokasi ketinggian yang agak sulit medannya. Makanya pegawai DKP mengutuk dia (Said Hafid, red), tapi itu hanya main-main saja,” argumennya.

Mengenai tidak diperbaikinya mobil yang ditarik itu setelah rusak akibat kecelakan, alasan Syafruddin karena pihaknya tidak memiliki biaya. “Biayanya besar, sedangkan anggaran untuk perbaikannya itu tidak ada. Kami baru rencana mau perbaiki tahun ini, tapi sudah telanjur ditarik,” jelasnya. Dirinya berharap, apa yang disampaikan itu tidak diambil hati. Soalnya hanya bercanda saja. (c/fad)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top