Nur Alam: 90 Persen Investor adalah Rentenir – FAJAR Sultra
News

Nur Alam: 90 Persen Investor adalah Rentenir

KENDARI – Gubernur Sultra Nur Alam mengemukakan sangat berhati-hati memilih investor yang akan masuk berinvestasi di Sultra. Apalagi daerah yang dipimpinnya itu cukup memiliki daya tarik bagi pengusaha besar datang berinvestasi, yakni sumber daya alam.

Namun tegasnya, dirinya melihat hanya sekitar 10 persen saja investor yang masuk di provinsi Sultra benar-benar serius berinvestasi, selebihnya dan merupakan sebahagian besar merupakan investor yang tidak jelas. Bahkan ada yang hanya datang memanfaatkan daerah untuk kepentingan perusahannya dan mengambil keuntungan tanpa mempedulikan daerah.

Makanya, tegasnya, sangat tidak mungkin jika ada investor datang, pemimpinan daerah malah tidur alias tidak melihat gerak-gerik investor.

“Bagaimana pimpinan tahu, jika investor itu sunggung-sungguh atau hanya datang memperlancar kepentingannya di daerah. Itu harus kita tahu,” tegasnya dalam sambutannya usai mengukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Sultra periode 2016-2020, di ruang pola gubernur, Selasa (10/1).

Ditegaskannya, hanya 10 persen dari semua investor masuk di Sultra sungguh-sungguh berinvestasi. “Yang 90 persen itu, semua pembohong, rentenir, penipu. Bahkan enggan disebut predator,” sindirnya.

Meskipun diakuinya, besarnya investasi yang masuk ke daerah menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat di daerah. Hanya saja, lanjutnya, yang tidak diingikan adalah kehadiran investor yang tidak bersungguh-sungguh berinvestasi, dan bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Apalagi, investasi jadi satu dari tiga faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dua lainnya yakni belanja masyarakat dan ekspor.

“Tiga faktor itu, memiliki pengaruh 80 persen dalam menopang pertumbuhan ekonomi di daerah. Sementara 20 persennya merupakan stimulus dari pemerintah dari dana APBN atau proyek-proyek pemerintah yang disalurkan melalui kebijakan kepala dinas,” katanya.

Sehingga, jika kepala SKPD tidak segera mencairkan pagu anggarannya, maka sama saja memperlambat pertubuhan ekonomi didaerah. Tentu akan berimplikasi pada perputaran uang dimasayarakat. Meskipun anggaran melimpah dipemerintah, namun jika tidak lekas dicairkan, sama saja akan menzlimi masyarakat.

Olehnya, dia berpesan agara semua kepala SKPD lebih cepat dan tepat dalam melakukan serapan anggaran yang telah dianggarkan dalam masing-masing pagu di 2017. (r3/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top