Dewan Kritisi Pernyataan Gubernur Sultra – FAJAR Sultra
News

Dewan Kritisi Pernyataan Gubernur Sultra

KENDARI – Anggota Komisi I DPRD Sultra, Tumaruddin mengkritisi pernyataan Gubernur Sultra terkait dengan statement di media yang mengklaim, jika hampir 90 persen investor yang datang berinvestasi ke Sultra, lebih dominan sebagai rentenir dan terkesan hanya memperhatikan perusahaan tanpa memperdulikan pembangunan daerah.

Tumaruddin

Menurut Tumaruddin, pernyataan tersebut harusnya tidak boleh diungkapkan, dikhawatirkan akan berimbas pada ketakutan investor dalam berinvestasi di Sultra. Pasalnya, Sultra masih membutuhkan investor untuk menunjang pembangunan, utamanya dalam hal peningkatan ekonomi serta sumber daya manusia, salah satunya melalui Corporation Searc Responsibility.

Terkait dengan adanya investor yang dianggap tidak memberikan kontribusi bagi daerah, Tumaruddin mengaku itu dikembalikan pada intansi-instansi bersangkutan. Atas kondisi tersebut, harusnya Pemprov Sultra mengevaluasi dini, agar lebih jeli lagi dalam membangun kerja sama dengan investor.

“Dalam menjalankan kerja sama, salah satu tugas yang mesti dilakukan oleh intansi terkait kan harus mengidentifikasi sejauh mana rekam jejak investor tersebut. Sehingga, nantinya kita tidak dikibuli dengan hadirnya investor palsu di Sultra,” tuturnya, Rabu (11/1).

Pada dasarnya, kata dia, pemikiran investor inikan sebenarnya sederhana. Dikatakan demikian, kalau dari sejak awal diterapkan dengan baik aturannya kemudian investor tidak diperas dalam pembuatan izin, tentu perusahaan-perusahaan akan merasa terbebani jika tidak menjalankan kewajibannya.

“Sebaliknya, jika sejak awal para investor diberikan kemudahan dalam berinvestasi dan jelas kepastian hukumnya, secara otomatis tidak ada investor yang nantinya bertolak belakang dengan pemerintah sepanjang aturannya diperjelas,” serunya.

Olehnya itu, untuk meminimalisir agar tidak terjadi lagi investor yang bersikap seperti rentenir, pihaknya berharap kepada Pemprov Sultra untuk lebih selektif dan bertata administrasi dengan baik. Sehingga, hal-hal yang tidak diinginkan khususnya investor yang hanya memanfaatkan sumber daya alam kita tidak terjadi lagi.

Politisi PKS ini juga, meminta kepada Pemprov Sultra, agar dalam hal membangun kerja sama dengan para investor yang hendak masuk, minimal tidak dikoordinasikan dengan DPRD Sultra untuk dilakukan fungsi kontrol dan pengawasan serta memberikan pandangan soal keberadaan investor-investor bersangkutan.

“Kita juga berharap kepada Gubernur Sultra Nur Alam SE, harusnya ditengah kompetisi dalam membuka peluang bagi investor masuk di Sultra, pernyataan-pernyataannya harus dibuat lebih mengajak kepada investor. Dan kalau memang tidak jelas status investor tersebut, jangan diterima berinvestasi di Sultra,” tegasnya. (p8/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top