Mentan Amran Sulaiman Bawa Ratusan Bibit Sapi untuk Konsel – FAJAR Sultra
News

Mentan Amran Sulaiman Bawa Ratusan Bibit Sapi untuk Konsel

Mentaan saat meninjau sapi di Konsel, Rabu (11/1).

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI–-Setelah sempat “pulang kampung”, Oktober 2015 lalu, Amran Sulaiman kembali menyambangi Konawe Selatan, Rabu (11/1). Seperti halnya 15 bulan lalu, Menteri Pertanian itu datang dengan membawa banyak ole-ole bagi Konsel dan Sultra. Salah satunya adalah ratusan bibit sapi untuk Sultra, dan tentu saja Konawe Selatan yang sudah ditetapkan sebagai salah satu sentra produksi sapi nasional.

Bila 2015 lalu, Menteri Amran berkunjung ke Desa Lere, Kecamatan Basala, maka Rabu (11/1) kemarin ia ke Desa Ranooha, Kecamatan Buke. Agenda utamanya mengikuti kegiatan panen pedet sapi Bali di Konsel, daerah yang sudah ditetapkan sebagai sentra bibit sapi nasional di Sultra. “Bukan karena saya pernah tinggal di Konsel, sampai daerah ini ditetapkan kementrian jadi sentral nasional, tapi karena memang layak dari berbagai sisi,” kata Amran dalam sambutannya, kemarin.

Ia bercerita, Konsel merupakan satu-satunya kabupaten di Sultra yang mengantongi sertifikasi bibit sapi nasional. Hal itupun berdasarkan hasil evaluasi dari tim ahli kementerian pusat pembibitan dan peternakan. “Pertimbangannya itu berdasarkan hasil evaluasi oleh tim ahli dari Kementan, jadi ini objektif, dan tidak ada hubungannya karena saya pernah kerja di Konsel,” kata lelaki yang pernah tinggal di Andoolo, belasan tahun lalu itu.

Untuk menjadi sentra bibit bali secara nasional itu tidak mudah tapi dengan beberapa pertimbangan. Disamping itu harus ada hasil evaluasi dari tim ahli. “Mulai dari penyakitnya, populasinya, kondisi kesehatan sapinya, itu gak mudah. Di sisi lain di Konsel merupakan populasi terbesar ternak sapi. Ada sekitar 66 ribu ekor, dan masih banyak pertimbangan lainnya,” ungkapnya.

Selain masalah panen sapi pedet, pada kesempatan itu Amran sempat menggelontorkan sejumlah bantuan pertanian. Mulai dari alat mesin pertanian (Alsintan), bibit jagung, serta sejumlah pupuk dan benih.

Secara rinci, Konsel mendapatkan bantuan Alsintan seperti traktor 5 unit, bibit jagung 20 ribu, 15 unit pompa air.
Khusus untuk bantuan bibit sapi, lewat APBN 2016 lalu, Kementan sudah mengalokasikan 763 bibit sapi untuk Sultra, dan khusus di Konsel ada 91 ekor. Sapi-sapi itu kini sedang dalam pengembangan dan akan terus ditambah di tahun-tahun mendatang, guna mendukung Konsel sebagai daerah sentral produksi sapi nasional. “Ada juga 100 ribu bibit jagung yang jika dirupiahkan mencapai Rp 200 miliar,” katanya.

Pada kesempatan itu, Amran sempat menyampaikan program Kementan terkait tanaman cabe rawit yang selalu mahal di musim-musim tertentu. Katanya, lembaga yang ia pimpin sekarang sedang mengembangkan 10 juta bibit cabe rawit dan kita bagikan semua seluruh indonesia. Untuk menyukseskannya, TNI dan POlri dilibatkan demi menjaga ketahanan pangan nasional, karena bila pangan kuat, petani sejahtera, maka negara pasti kuat.

Diakhir sambutannya, Amran sempat menyampaikan pesan kepada petani se Sultra untuk terus menjaga ketahanan pangan. Hal itu dilakukan dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.”Dua tahun terkahir ini, kita tidak impor lagi pangan, akan tetapi Indonesia sebentar lagi jadi lumbung pangan dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra H Nur Alam yang menyempatkan diri hadir pada kegiatan itu memberikan apresiasi dan
sanjungan terhadap Pemda Konsel. Ia mengungkapkan, Mentan Amran Sulaiman membuat terobosan lagi bagi Sultra dengan menetapkan Konsel sebagai sentra bibit sapi bali nasional. “Ini artinya Konsel sudah menjadi sentral logistik nasional . Ini sebagai upaya menuju swasembada daging secara nasional,”sanjungnya.

Bupati Konsel H Surunuddin Dangga menyambut hangat kehadiran Mentan di daerah otoritanya itu. Dalam sambutannya, H Surunuddin menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Mentan Andi Amran Sulaiman yang telah menetapkan daerah itu sebagai kawasan bibit sapi Nasional. “Perlu kami sampaikan atas kepemimpinan beliau sebagai mentan, Indonesia kembali mencapa masa kejayaannya dalam pecapaian swasembada pangan,” ucapnya.

Surunuddin lalu menjabarkan strategi pemerintahannya guna mendukung ketetapan pemerintah RI yang menjadikan Konsel sebagai sentral produksi sapi nasional. Katanya, program kerja skala nasional yang akan dan sedang dilakukan adalah membentuk sentra peternakan sapi (SPR), bantuan perbaikan kandang, 522 unit. “Ini sebagai upaya mendorong swasembada daging,” katanya.

Pihaknya, berharap dengan ditetapkannya Konsel sebagai sentra bibit sapi secara nasional itu bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Konsel.

Dalam kunjungannya kemarin, Mentan didampingi Pangdam VII Wirabuana, Mayjend TNI Agus Surya Bakti, Kapolda Sultra, Brigjend Pol Andap Budhi Revianto, lalu Kepala BIN Daerah Sultra, Brigjend ARH Andi Sumangerukka. Juga terlihat hadir Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud serta anggota DPD RI, Hamsina Moane Bolu, dan beberapa pejabat Pemprov Sultra.

Untuk diketahui, Konsel bagi Amran bukanlah daerah asing. Pria itu pernah bekerja sebagai pegawai harian lepas penyuluh pertanian di Konsel sekitar tahun 1990-an. Gaji yang diterimanya saat itu masih senilai Rp 150 ribu per bulan, bahkan pernah sama sekali tidak digaji selama tiga bulan berturut-turut. Namun dirinya tidak pernah menyerah akan pengabdian dan perjuangan tersebut.

Saat masih tinggal di Andoolo, ia bersama beberapa kawannya pun sering berjalan kaki menempuh beberapa lokasi pertanian di daerah itu yang jaraknya puluhan kilo meter, dan itu dilakukan selama setahun lebih. Bahkan, terkadang mereka menyimpan mi instan di saku karena makan susah. Kini orang yang pernah berjalan kaki di pelosok Konsel itu sudah jadi Menteri Pertanian.(kam)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top