Nomor Cantik Mulai Rp 5 Juta, Termahal Rp 20 Juta – Fajar Sultra
News

Nomor Cantik Mulai Rp 5 Juta, Termahal Rp 20 Juta

♦ Sejak Berlaku, Belum Ada Peminat

KENDARI – Kenaikan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2016, berlaku sejak 6 Januari dikeluhkan masyarakat, tak hanya itu kebijakan itu juga menuai banyak sorotan.

Namun demikian, intansi terkait tetap meminta masyarakat agar tidak resah dengan adanya kenaikan biaya tersebut. Alasannya, kebijakan tersebut tak lain untuk meningkatkan layanan masyarakat, dan meningkatkan penerimaan negara. Demikian hal itu dikemukakan Koordinator Samsat Kendari Kompol Jacky Wungkana kepada Rakyat Sultra, Rabu (11/1).

Dirinya membenarkan kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB, serta beberapa item lainnya, diatur dalam PP 60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Apalagi, lanjutnya, selama 12 tahun, baru lagi ada kenaikan biaya tersebut.

“Jadi memang ada kenaikan dan sudah berlaku sejak 6 Januari. Yang naik bukan pajak, tapi biaya pengurusan STNK dan BPKB. Kita juga sudah lakukan sosialisasi kepada masyarakat, meskipun waktunya mepet,” ujar Jacky di kantornya.

Menurut PP baru ini, jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari PP tersebut, mulai dari Pengujian untuk penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru, Penerbitan perpanjangan SIM, Penerbitan Surat Keterangan uji Keterampilan Pengemudi, Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Bermotor, Pengesahan surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Penerbitan Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor, Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Selanjutnya, penerbitan surat Mutasi Kendaraan Bermotor ke Luar Daerah, Penerbitan surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Lintas Batas Negara, Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Lintas Batas Negara, dan. Penerbitan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan.

“Penerbitan STNK baru ataupun perpanjangan untuk roda dua atau tiga naik dari Rp 50.000 menjadi RP 100.000. Untuk roda empat atau lebih, dari Rp 75.000 naik menjadi Rp 200.000. Penerbitan TNKB roda dua atau tiga naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 60.000, sedangkan roda empat atau lebih dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000,” rinci dia.

Selanjutnya, penerbitan BPKB roda dua atau tiga baru serta ganti kepemilikan ari Rp 80.000 menjadi Rp 225.000. Sementara roda empat atau lebih naik dari Rp 100.000 menjadi Rp 375.000.

Begitupun juga penerbitan surat mutasi kendaraan bermotor ke luar daerah roda dua atau tiga dari Rp 75.000 menjadi Rp 150.000, sedangkan roda empat atau lebih dari Rp 75.000 menjadi Rp 250.000.

Kenaikan tersebut menurutnya adalah untuk memberikan sistem pelayanan yang lebih baik kepada warga, dengan pemberlakukan sistem online, yaitu SIM sudah online, STNK online, BPKB online.

Selain itu pula, kenaikan juga untuk menutupi harga material yang naik, sekaligus meningkatkan pelayanan sistem online untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi, STNK, dan BPKB

“Jadi orang tidak perlu pulang kampung, bisa menghemat. Jadi kalau misalkan orangnya di Jakarta atau diluar daerah, tidak perlu pulang di Kendari, bisa langsung bayar online. Olehnya itu, sekali lagi yang naik bukan pajak, tapi biayanya pengurusan STNK dan BPKB,” ujarnya.

Untuk itu, imbau dia, semua pengurusan harus melalui loket pembayaran. Dan tidak menggunakan calo dalam segala urusan di Samsat.

Bahkan, dia menjamin pengurusannya cepat, karena pihaknya telah menentukan target waktu penyelesaian. “Jadi kalau ada anggota saya yang menghambat, maka langsung laporkan,” tegasnya.
Belum Ada Peminat

Sementara, ada pula PNBP khusus untuk pengurusan nomor cantik, terhitung sejak diberlakukannya peraturan pemerintah ini (PP 60/2016), maka pengurusan nomor cantik dikenakan tarif berdasarkan pengajuan masyarakat.

Prosesnya kata dia, masyarakat dapat mengajukan ke Dirlantas Polda Sultra untuk mendaftarkan nomor kendaraannya pada BPKB. Setelah mendapat registrasi, selanjutnya akan diproses di samsat, untuk penerbitannya.

“Jadi pengurusannya tidak makan waktu lama. Kalau sudah registrasi BPKB-nya, maka kita akan langsung proses. Apalagi, nomor yang dipesan belum ada yang pakai, waktunya satu minggu sudah jadi,” katanya.

Sayangnya, selama diberlakukan regulasi baru ini, belum ada warga Kendari yang berminat memesan nomor plat cantik. Jika memang ada yang berminat maka langsung mengajukan permohonan dan registrasi, akan langsung diproses.

Bebeda halnya dengan plat nomor pejabat tertentu, seperti kepala daerah, wakil kepala daerah, ketua DPRD ataupun unsur Forkopinda, nomor kendaraannya gratis, karena sudah memiliki ketentuan tersendiri.

“Tapi pascaberlakunya PP tersebut, sampai saat ini belum ada yang mengajukan permintaan nomor cantik,” akunya.

Dia merincikan untuk NRKB pilihan mulai dari satu angka hingga empat angka dengan tarif Rp 20 juta hingga Rp 5 juta. (hrs)

1. NRKB pilihan 4 angka dengan huruf di belakang Rp 5 juta
2. NRKB pilihan 4 angka tanpa huruf belakang (blank) Rp 10 juta
3. NRKB pilihan 3 angka dengan huruf di belakang Rp 7 juta
4. NRKB pilihan 3 angka tanpa huruf belakang (blank) Rp 10 juta
5. NRKB pilihan 2 angka dengan huruf di belakang Rp 10 juta
6. NKRB pilihan 2 angka tanpa huruf belakang (blank) Rp 15 juta
7. NRKB pilihan 1 angka dengan huruf di belakang Rp 15 juta
8. NRKB pilihan 1 angka tanpa huruf belakang (blank) Rp 20 juta

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top