Asrun : Kendari Bisa Jadi Miniatur NKRI – FAJAR Sultra
News

Asrun : Kendari Bisa Jadi Miniatur NKRI

KENDARI – Wali Kota Kendari, DR Ir H Asrun MEng Sc menyadari, jika Kota Kendari bisa menjadi miniatur Indonesia, dimana hampir seluruh etnis hingga suku di nusantara, dapat ditemui di Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Perlu kita sadari bersama, jika Kendari ini merupakan miniatur Indonesia, sebab hampir seluruh budaya nusantara ada di sini. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya paguyuban-paguyuban etnis dari berbagai daerah, serta turut berpartisipasi memajukan pembangunan daerah,” tuturnya.

Wali Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc, didampingi Wakilnya, Dr H Musadar Mappasomba SP MP, saat menggelar acara pawai budaya, sebagai salah satu wujud penghargaan kepada berbagai etnis yang ada di Kota Kendari.

Untuk itu, lanjutnya, menghadapi Pilwali 2017 ini, Ir Asrun berpesan agar tetap menjaga stabilitas, dengan tetap melakukan politik santun, dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu SARA yang bisa menimbulkan bibit-bibit konflik.

Meski Kota Kendari adalah kota kecil yang didiami sekitar 300 ribu jiwa, namun kehidupan masyarakat sangat toleran. Olehnya, dia berpesan agar kondisi tersebut dapat terus dipertahankan.

Asrun menjelaskan, adapun sejumlah etnis yang ada di Kota Kendari, diantaranya Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari, paguyuban jawa dari Pasundan, etnis Papua, paguyuban Betawi, paguyuban Bali.

Kemudian paguyuban Masyarakat Flobamora, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kerukunan Keluarga Wuna (KKW), paguyuban Kastor, Paguyuban Maluku dan Maluku Utara, Himpunan Keluarga Massenrempulu (HKM), Forum Kerukunan Keluarga Batak (FKKB) Sultra. Berikutnya, Kerukunan keluarga Sulawesi Barat (Sulbar). Kerukunan keluarga Wakatobi dan lainnya.

“Tentu saya menghaturkan terimakasih kepada para tokoh masyarakat, ketua-ketua paguyuban dan berbagai pihak serta seluruh unsur maupun elemen masyarakat lainnya, karena bersama-sama telah menjaga dan mewujudkan kondisi dan suasana yang kondusif, sehingga pembangunan di Kota Kendari bisa terus dilakukan,” terangnya.

Ir Asrun merasa bangga, sebab semua pihak dan masyarakat yang mendiami Kota Kendari, selalu menciptakan kehidupan berbudaya, harmonis, dan damai.

“Kita tidak ingin terjadi perselisihan antar etnis. Jika terjadi gesekan-gesekan maka semua kita ini berkewajiban untuk segera turun tangan, guna menyelesaikan masalah yang ada serta memberikan pencerahan, juga selalu menciptakan kerukunan hidup yang damai, apalagi damai itu indah,” ucapnya. (put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top