NA: Yang Belum Dilantik Sabar, Tunggu yang Pensiun – FAJAR Sultra
News

NA: Yang Belum Dilantik Sabar, Tunggu yang Pensiun

♦ Gubernur Dilema Lantik 1.100 Pejabat

KENDARI – Gubernur Sultra Nur Alam sedikitnya melantik dan mengukuhkan 1.100 pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas lingkup Pemerintah Provinsi Sultra di Aula Bahteramas, kantor Gubernur Sultra, Kamis (12/1).

Pada pelantikan itu, Nur Alam mengaku cukup berat dan dilematis. Beratnya, sebab pelantikan yang dilakukannya dengan banyak pejabat, merupakan yang pertama dan yang terakhir kali.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam saat membacakan sumpah pelantikan dan pengukuhan kepada seluruh pejabat eselon III, Kamis (12/1) di Aula Bahteramas

“Hari ini saya ada banyak agenda, termasuk harus mendampingi pak Menteri ke Konut. Tapi sengaja saya khususkan hadir, karena saya menyadari ini adalah kesempatan terakhir saya untuk melantik saudara sebagai pejabat tinggi pratama,” tuturnya.

Faktor lain yang membuat dirinya harus menghadiri dan mengukuhkan semua pejabat eselon III dan IV itu adalah tuntutan dari tugas sebagai kepala daerah. Terlebih, momentum tersebut dilakukan pertama dan terakhir.

“Peristiwa ini jadi pertama dan terakhir saya lakukan bersama pak Saleh Lasata. Biasanya, ketika pelantikan eselon III dan IV, saya delegasikan. Begitu juga nanti ketika pelantikan selanjutnya. Namun peristiwa kali ini sangat berat, karena harus melantik serentak dan banyak,” ungkap Nur Alam sebelum pengukuhan.

Selaku kepala daerah, konsekuensi peralihan kewenangan yang diatur dalam peraturan-perundang-undangan memaksa harus melakukan penyesuaian. Faktor lainnya, adalah pelantikan tersebut adalah yang terakhir kalinya melantik pejabat secara serentak sebanyak jumlah tersebut.

Sehingga, diharapkan dengan dikukuhkannya semua pejabat pemerintahan dapat berjalan dengan baik, dan melanjutkan roda pemerintahan hingga ada pejabat ataupun gubernur definitif selanjutnya di 2018.

Dilematis karena keadaan tersebut membuat proses kaderisasi tidak berjalan maksimal, berdasarkan ambisi dalam mengemban visi misi pembangunan. Yang mana regenerasi tidak berjalan sesuai rencana pembangunan. Sehingga memaksa yang seharusnya pensiun, tetap diperbolehkan untuk diperpanjangan berdasarkan aturan, sehingga menunda ASN yang akan dipromosikan.

“Makanya, saya berpesan kepada semua pejabat eselon III yang belum dilantik, agar tetap bersabar dan banyak berdoa,” tuturnya.

Terpenting, dalam melakukan kerja-kerja dalam birokrasi pemerintahan. Beberapa hal penting yang harus dijaga, pesan Nur Alam mulai dari loyalitas, dedikasi, etos kerja, kedisiplinan, integritas, kompetensi dan daya saing.

Namun, dalam proses kaderisasi, tegas Nur Alam, jangan menandalkan intimidasi pihak tertentu dalam mendongkak atau memaksa pimpinan daerah menaikkan jabatannya.

Nur Alam mengaku sangat tidak suka dengan cara-cara pembantunya, yang menggunakan cara intimidasi kepala daerah.

“Untuk itu bagi yang belum dlantik, tetap sabar menunggu dan tetap menjaga sumpah pegawai dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Jangan malah menggunakan cara intimidasi pimpinan dalam kewenangannya mengangkat saudara,” sindirnya.

Setidaknya ada sekira 20 pejabat esleon III yang mendapatkan konsekuensi dari pemberlakukan organisasi perangkat daerah baru (OPD) 2017.

Untuk itu, ulangnya, mereka yang berlum dilantik, agar tetap bersabar dan menunggu yang pensiun.

Ada tiga hal menurutnya meraka yang belum segera dilantik. Yang pertama yakni karena yang dilantik telah pensiun, kedua terkena sanksi berat, dan ketika berhalangan tetap (meninggal dunia).

Dengan demikian, bagi staf yang belum naik ke eselon IV, eselon IV belum naik ke eselon III, eselon III belum naik ke eselon II, pesan Nur Alam lagi agar tetap bersabar.

Pasalnya, tidak lama lagi, akan ada sekira separuh yang dilantik masuk dalam batas pensiun. Sehingga memungkinkan terjadi pergeseran. (r3/a/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top