Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Dilibatkan – FAJAR Sultra
News

Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Dilibatkan

WANGGUDU – Upaya swasembada pangan di Indonesia khususnya di kabupaten Konawe Utara sedang ditingkatkan. Untuk mencapai target tersebut, aparat TNI ikut dilibatkan.

Pelibatan unsur TNI ini dilakukan dengan penurunan aparat Babinsa dilapangan. Dimana terlebih dahulu dilakukan peningkatan sumber daya manusia melalui pembekalan pengetahuan penyuluh pertanian pada Babinsa.

Pandam VIII Wirabuana, Mayor Jenderal Agus Surya Bakti saat mendampingi Mentan RI pada penanaman jagung di Wiwirano.

Hal itu diakui oleh Pandam VII Wirabuana, Mayor Jenderal Agus Surya Bakti saat mendampingi Menteri Pertanian RI H Andi Amran Sulaiman melakukan penanaman jagung hibrida di desa Tetewatu Kecamatan Wiwirano Konawe Utara, Kamis (12/1).

Menurut Pangam VII, keterlibatan unsur TNI khususnya angkatan darat ini telah dimulai tahun 2015 yang dilanjutkan pada Tahun 2017. Tugas tersebut tetap sama, yakni membantu rakyat dalam hal pembukaan atau pencetakan sawah baru dan pembukaan lahan-lahan pertanian.

“Kita dampingi kementerian pertanian dalam hal pencetakan sawah baru dan pembukaan lahan pertanian. Khususnya di Konut ini, pembukaan lahan penanaman jagung,” tuturnya.

Pangdam mengatakan, dalam skala nasional, wilayah sulawesi mempunyai wilayah terluas untuk pembukaan lahan pertanian. Sulawesi berada diposisi dua di Indonesia untuk luas tambah tanah. Inilah yang dikejar oleh TNI sesuai dengan target Kementerian Pertanian.

Setiap target ini berbeda di setiap daerah, namun dirinya tidak bisa memastikan target itu karena menjadi ranah kementerian pertanian.

“Kalau mengenai target masing-masing daerah berbeda, pak menteri yang lebih tahu itu. Tahun ini untuk beras masih kita impor, tetapi kita akan tingkatkan agar tidak mengimpor lagi,” jelasnya.

Agus menuturkan, keterlibatan unsur TNI ini adalah salah satu dari tugas utama TNI selain berperang. Dimana ancaman sekarang bukan bersenjata, saat ini adalah ancaman energi pangan dan air.
“Kedepan perang kita adalah perang pangan. 14 bahan pangan akan menjadi rebutan bangsa-bangsa. Begitu penting pangan ini jangan kemalasan kebodohan, ndak mau belajar itu menjadi kelemahan kita,” katanya. (hdi/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top