Mentan: Tak Capai Target, Anggaran Dihentikan – FAJAR Sultra
News

Mentan: Tak Capai Target, Anggaran Dihentikan

KENDARI – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman menegaskan akan menghentikan kucuran anggaran ke daerah, jika tidak tercapai target yang direncanakan dalam mendukung peningkatan swasembada pangan nasional.

Penegasan itu disampaikan Rakor Pangan Tingkat Provinsi Sultra, dengan mengusung tema “Upsus Pajale (padi, jagung dan kedelai) dan Siwab (sapi indukan wajib bunting) Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”, bertempat di Grand Clarion Hotel Kendari, Jumat (13/1) yang dihadiri Pangdam Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bhakti, Gubernur Nur Alam, dan beberapa bupati.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan arahan dalam rakor pangan Provinsi Sultra, di Grand Clarion Hotel and Convention Kendari, Jumat (13/1).

Khusus di provinsi Sultra, kata Amran, cukup banyak kucuran anggaran yang digelontorkan untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Apalagi potensi Sultra bisa menjadi lumbung pangan nasional, dengan luasnya lahan pertanian dan perkebunan dan potensi alama, maka pemerintah bisa mendorong terciptanya poduksi pangan.

Sejak dua tahun dirinya memimpin Kementerian Pertanian, kata Amran sudah Rp 823 miliar anggaran APBN yang dikucurkan, baik dalam rangka perbaikan irigasi, pembibitan, percetakan lahan dan arsintan serta beberapa bantuan lainnya ke provinsi Sultra.

“Jadi kalau memang tidak capai target, produksinya turun maka kita akan hentikan, kita stop anggarannya,” ancam Amran dihadapan para penyuluh di Sultra.

Penggelontoran anggaran di seluruh daerah, menurut Amran, dialokasikan dari 70 persen alokasi anggaran Kementerian Pertanian. Biaya operasional ditekan hingga 30 persen. Mengingat, mendorong swasembada pangan nasional jauh lebih penting, dibandingkan dengan hanya menghabiskan anggaran untuk operasional.

Makanya, semua anggaran dikucurkan dalam rangka peningkatan produksi, disemua komoditi penyumbang swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Namun, tegas dia, konsekuensinya adalah jika daerah yang tidak mencapai target produksi, padahal telah digelontorkan anggaran cukup besar untuk mencapai dan meningkatkan target produksi komoditi pangan, maka ditahun mendatang akan dihentikan.

Apalagi, sejak setahun sudah tidak lagi impor beras, karena adanya peningkatan produksi dari 70 juta ton menjadi 79 juta ton. Begitu juga bawang merah, jagung dan kedelai.

“Jadi kita memang harus genjot produksi pangan kita, mulai beras, jagung, bawang, kedelai dan komoditi lainnya,” katanya.

Tahun ini, aku Amran, pihaknya lebih aktif melakukan kunjungan ke wilayah timur Indonesia dalam rangka peningkatan 13 komoditi pangan nasional. Jika tahun sebelumnya, dia memfokuskan program pangan pada lumbung dan jatung pangan nasional, yakni di Jawa Timur, Jawa Barat dan Denpasar.

Dia mengaku di daerah bagian barat, lebih intens melakukan kunjungan. Sementara di wilayah timur sendiri, sangat kurang diperhatikan. Untuk itu, kunjungannya jangan ada yang menafsirkan lain.

Olehnya itu, Amran yang pernah menetap tinggal di kabupaten Konsel dan pernah bekerja di Wiwirano Konut sebagai koordinator lapangan Perusahaan Kelapa Sawit ini menuturkan, di provinsi Sultra memiliki potensi jadi lumbung pangan nasional perlu mendapat perhatian dengan baik.

Apalagi Konsel jadi salah satu percontohan tanam dengan luas lahan yang cukup besar, begitu juga dengan daerah lain di Sultra dalam mendukung produksi beras setiap tahunnya.

Begitu juga jagung, di Konut, telah diberikan anggaran untuk penanaman seluas 10 ribu hektare lahan. Jika tahun depan dapat meningkat produksinya, maka anggaran untuk perluasan lahan ditambah.

“Bayangkan kalau itu bisa tercapai, saya akan tambah 20 ribu ha. Dan akan ada sekitar Rp 7 triliun uang yang akan beredar di petani,” katanya.

Selain itu juga, kabupaten Koltim agar menyiapkan lahan sekira 10 ribu hekater untuk lahan tanam tanaman pangan, padi, jagung dan kedelai.

Tahun 2016, produksi padi di Sultra sekira 760 ribu ton, ditahun 2015 sekira 766 ribu ton, dan 2014 sekira 650 ribu ton. Sehingga diharapkan, dengan perluasan lahan total seluas 141 ribu ha, semakin meningkat.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan rapat terbatas antara Mentan Amran, Gubernur Nur Alam, Pangdam dan beberapa bupati yang hadir, dalam rangka membahas peningkatan produksi pangan di Sultra. (r3/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top