Mandek, Proyek Irigasi Bobolio Ancam Tanaman Warga – Fajar Sultra
News

Mandek, Proyek Irigasi Bobolio Ancam Tanaman Warga

LANGARA – Pembangunan proyek irigasi Bobolio Kecamatan Wawonii Selatan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) nampaknya menuai masalah baru setelah masalah pembebasan lahan tertangani, kini proyek tersebut mengancam tanaman warga akibat belum terselesaikannya proyek yang menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Miliaran rupiah Tahun 2016.

Sutarman kiri dan Dedi Arman kanan sedang menunjuk air yang tergenang akibat pembangunan irigasi Bobolio Kecamatan Wawonii Selatan Kabupaten Konawe Kepulauan, Sabtu (13/1).

Salah seorang warga Desa Bobolio Kecamatan Wawonii Selatan, Sutarman, Sabtu (13/1) menuturkan kepada awak media bahwa dampak dengan belum terselesaikannya irigasi persawahan tersebut mengakibatkan puluhan pohon kelapa dan tanaman lainnya seperti cengkeh miliknya terancam mati karena tergenang air akibat talang irigasi belum tuntas dikerjakan.

“Informasi sebelumnya kan katanya ada talang supaya air dari sebelah tidak tergenang. Tapi sampai sekarang tidak ada, padahal saya punya pohon kelapa sudah tergenang air. Baru itu pohon kelapa tidak bisa digenangi air karena akan mati,” keluhnya.

Proyek irigasi persawahan yang seharusnya dibangun demi meningkatkan ekonomi masyarakat katanya justru menjadi ancaman kebun warga setempat karena adanya galian irigasi yang tak kunjung kelar.

“Kalau dibiarkan seperti ini, tanaman kami bisa mati pak, ini tidak bisa dibiarkan,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang warga lainnya, Dedi Arman. Menurutnya, sebelumnya masyarakat sekitar (Bobolio) sangat merespon dengan adanya bendungan irigasi persawahan tersebut karena meningkatkan ekonomi masyarakat melalui persawahan. Namun kenyataannya tidak sesuai dengan harapan. Bahkan menjadi petaka bagi sebagian warga sekitar terutama pemilik kebun yang dilalui jaringan irigasi tersebut.

“Dari awal sebenarnya kegiatan ini sangat kami respon, karena manfaatnya cukup besar untuk masyarakat. Tapi dengan kegiatan yang dikerjakan setengah-setengah seperti ini justru menjadi masalah,” katanya.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan bahwa selain genangan air yang mengancam kebun warga, juga galian jaringan irigasi yang belum ditanggul saat ini mulai longsor dan perlahan akan menumbangkan tanaman warga yang ada di pinggir galian sedalam kurang lebih empat meter tersebut.

“Ini tanaman-tanaman di sekitar galian sudah terancam longsor, kalau tidak secepatnya ditanggul, pasti tanaman yavng ada dipinghir galian akan tumbang,” jelas Dedi sambil menunjuk galian jaringan irigasi yang tidak ditanggul.

Menanggapi hal tersebut, Kapala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Konkep, Israwan Sulpa ST Dipl WRD saat dikonfirmasi melalui via seluler menjelaskan bahwa pembangunan bendungan irigasi persawahan tersebut sudah selesai tinggal pemasangan pintu saluran irigasi yang menurutnya akan dipasang paling lambat pekan depan.

“Sudah hampir selesai sebenarnya, tinggal pasang pintu penutup saluran, setelah itu akan dibuka pembatas air dari sungai ke bendungan. Kalau masalah longsor, saya kurang yakin itu, karena kira-kira dari mana asalnya air sementara bendungan saja belum terisi,” jelasnya.

Ditanya terkait keterlambatan kerja pembangunan proyek tersebut, diakui oleh Israwan karena terkendala dengan pembebasan lahan sejak Juli hingga Oktober tahun 2016 yang saat itu banyak masyarakat yang tidak mengizinkan terutama pembangunan jaringan irigasi persawahan sepanjang 1,9 Km.

“Jadi mulai action itu Oktober-November, karena masih terkendala dengan masalah pembebasan lahan, tapi saya kira sudah tidak ada masalah, meskipun sudah di-PHO tetapi ada jaminan-jaminan yang disiapkan,” katanya.

Untuk diketahui, pembangunan bendungan dan jaringan irigasi persawahan tersebut dianggarkan menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Konkep tahun 2016 dengan total anggaran sebesar Rp 2.970.500.000 yang dikerjakan oleh PT Berkah Sultra Abadi.(hrs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top