Pematung Copot Tugu Ayam ***Tak Dibayar Sejak 2015 – Fajar Sultra
News

Pematung Copot Tugu Ayam ***Tak Dibayar Sejak 2015

LAWORO, BKK– Seorang pematung, Zamzam Rahman Laode mencopot nekat Tugu Patung Ayam dari tempatnya di Desa Lakawoge, Kabupaten Muna Barat. Zamzam terpaksa melakukan aksi tersebut karena upahnya sebesar Rp 200 juta tak kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Mubar sejak 2015 lalu.

Selain Tugu Patung Ayam, Zamzam juga yang membangun delapan landmark lainnya, yakni Tugu Lasama, Tugu Wapae, Tugu Lakawoge, Tugu Kusambi, Tugu Laworo, Gerbang Laworo, Gerbang Matakidi, Gerbang Punto dan Gerbang Lindo. Karenanya, Zamzam pun sempat berencana membongkar seluruh hasil kerjanya.

Peristiwa ini tak akan ketahuan andaikata masyarakat setempat tidak membuat keributan. Sabtu (14/1) lalu, saat pencopotan berlangsung, sejumlah warga setempat yang menyaksikan pencopotan tugu itu tampak emosi dan hendak mengeroyok Zamzam dan rekan-rekannya.

Beruntung, prajurit Kodim 1416/Muna tiba dengan cepat dan segera mengamankan Zamzam dari kemungkinan amukan warga. “Kita lakukan pengamanan untuk menghidari bentrok massa. Karena mereka sudah dikerumuni warga sekitar TKP saat itu. Saya hubungi Pj Bupati tetapi tidak diangkat, makanya saya hubungi ketua DPRD Mubar. Akhirnya saya bawalah mereka ke sini (DPRD Mubar).

Saya juga sudah menghubungi pihak Kapolres bahwa pelaku (Zamzam) ada di DPRD Mubar karena masalah ini berkaitan dengan keamanan daerah,” jelas Dandim 1416/Muna Letkol (Arh) Hendra Gunawan.

Di DPRD Mubar, Zamzam pun mengungkapkan uneg-unegnya. Dia mengatakan, pihaknya telah memasukan surat kepada Pemda Mubar terkait izin pencopotan ornamen di sembilan titik di Mubar.

“Sebetulnya saya juga tidak mau membuka ornamen tugu di Mubar. Tapi biaya pembuatan sembilan ornamen tugu itu tidak dibayar pada saya sejak tahun 2015 senilai Rp 200 juta,” keluh Zamzam.

Zamzam pun menegaskan aksinya tersebut bukan untuk membuat keributan. Melainkan hanya ingin mendapatkan perhatian dari pemerintah serta pihak kontraktor yang menggunakan jasanya.

“Saya cuma mau lihat apa kontraktornya masih punya hati atau tidak untuk membayar proyek ini. Masa kita telpon, tidak pernah diangkat, ” jelas Zamzam dengan kesal.

Sementara Ketua DPRD Mubar La Ode Koso berjanji akan membicarakan masalah ini di tingkat Muspida, untuk mencari jalan keluar. Dia pun menegaskan masalah tersebut harus diselesaikan mengingat sembilan ornamen ini sudah menjadi ciri khas Mubar.

“Kita memang bukan penentu kebijakan, kita cuma memfasilitasi saja agar dicari akar permasalahanya. Cukup satu tugu ayam saja yang terlanjur dicopot, jangan lagi tugu lainnya,” pungkas politukus PAN Kabupaten Mubar ini. (cr1/b/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top