Tim Rasak-Haris Diadukan ke Panwaslu – Fajar Sultra
News

Tim Rasak-Haris Diadukan ke Panwaslu

♦ Gara-gara Bagi Minyak Goreng

KENDARI – Tim Pemenangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) Laode Ashar diadukan ke Panwaslu Kendari gara-gara membagikan minyak goreng kepada masyarakat di Kelurahan Kampung Salo Kecamatan Kendari Kota Kendari.

Laode Ashar yang juga Anggota DPRD Kendari terendus oleh Tim Pemenangan Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat –Syahriah) mendistribusikan minyak goreng kepada warga sejak Sabtu (14/1).

Dalam pembagian itu, setiap warga mendapatkan minyak goreng ukuran lima liter. Tidak hanya membagikan, Laode Ashar juga disebut-sebut mengarahkan warga agar memilih pasangan nomor urut satu Rasak-Haris.

Tim Pemenangan Zayat-Syahriah, Laode Darmono mengatakan tindakan bagi-bagi minyak goreng itu melanggar Undang-Undang Pemilu dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2016. Bahkan dia mengaku kalau bagi-bagi minyak itu tindakan money politics.

Makanya dia berharap Panwaslu bisa menyikapi laporan mereka dan memberikan sanksi bagi pasangan Rasak-Haris. Di dalam undang-undang pemilu, katanya, kegiatan money politics akan berdampak pada diskualifikasi pasangan calon.

“Jadi kita sangat berharap supaya Panwaslu mengeluarkan rekomendasi diskualifikasi bagi pasangan Rasak-Haris,” ulasnya.

Darmono mengaku sudah siap membawa bukti-bukti yang menunjukkan kalau Laode Ashar membagikan minyak kepada warga. Bahkan mereka akan membawa saksi yang menerima pemberian tersebut.

“Bukti berupa minyak goreng dan penerimanya akan siap kita bawa untuk memberi kesaksian,” jelasnya.

Warga Kampung Salo Suddianto mengakui kalau Laode Ashar membagi-bagikan minyak goreng kepada warga. Saat ini, dia sudah memiliki bukti dokumentasi warga yang menerima minyak pemberian politikus Partai Golkar itu.

“Jadi dengan adanya pembagian minyak goreng itu sangat merugikan kami,” katanya.

Sementara itu, Laode Ashar membantah kalau dirinya yang membagi-bagikan minyak goreng. Memang minyak tersebut berasal dari dirinya.

“Tapi bukan saya yang membagi. Dan memang, setelah saya telusuri yang dapat minyak goreng itu ada yang merupakan bagian dari tim Zayat-Syahriah dan pendukung setia Adriatma Dwi Putra,” ungkapnya.

Dia menegaskan pembagian minyak goreng itu murni kegiatan sosial yang ia lakukan sendiri. Ia pun sama sekali tidak pernah memerintahkan warga yang mendapat minyak goreng supaya memilih Rasak-Haris.

“Ini hanya kebiasaan yang sering saya lakukan. Waktu lebaran, saya juga bagi-bagi minuman dan mentega. Waktu natalan juga saya membagi minuman. Jadi kalau ada rejeki, saya membagi. Jadi kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan politik. Kalau memang ada kaitannya dengan politik, untuk apa saya mau kasi orangnya ADP-Sul dan Derik? Itu kan konyol namanya,” jelasnya.

Meski dilaporkan ke Panwaslu, Anggota DPRD Kendari ini mengaku tidak mempersoalkannya. Ia pun mempersilakan warga untuk mengadukan dirinya ke lembaga pengawas. Dia menilai laporan yang dilayangkan tim Zayat Syahriah merupakan bentuk keresahan. (r1/b/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top