Bupati Konut Ancam Copot Camat yang Tidak Sukseskan Penanaman Jagung – FAJAR Sultra
News

Bupati Konut Ancam Copot Camat yang Tidak Sukseskan Penanaman Jagung

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersaman Bupati Konut, Ruksamin, saat menanam jagung di Konawe Utara

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin mengingatkan seluruh camat di otoritanya menyukseskan program penanaman jagung seluas 50 hektar di wilayah masing-masing. Setiap camat diberi waktu tiga bulan untuk merealisasikan salah satu program prioritas Pemda tersebut. Kalau gagal, siap-siap jabatan dicopot.

Warning itu disampaikan langsung Ruksamin saat melantik camat Sawa di kantor Kecamatan Sawa, Rabu (18/1). Mantan pasangan H Aswad Sulaiman menegaskan tidak hanya mengobral janji untuk melakukan pencopotan bagi yang gagal.

“Sudah ada komitmen dalam bentuk penandatanganan pakta integritas oleh seluruh camat. Bila tak terlaksana dalam waktu tiga bulan maka jabatannya akan dicopot,” tegas Ketua DPW PBB Sultra itu.

Penegasan mantan Wabup Konut itu akan mencopot jabatan camat bila tidak mampu merealisasikan program Pemda, guna melihat kinerja camat dalam mengajak masyarakatnya melakukan penanaman jagung. Pasalnya, dengan melakukan penanaman jagung seluas 1 Ha saja dianggap Ruksamin mampu mendongkrak perekonomian warga dan membantu program Pemda Konut.

“Kalau warga bisa menanam jagung 1 Ha saja itu bisa menghasilkan 7 ton tiap tiga bulan panen dengan harga Rp 22 juta. Bagaimana kalau dalam 1 tahun kita panen tiga kali berarti masyarakat bisa kantongi uang Rp 66 juta,” optimis pasangan Raup itu.

Apalagi, kata Ruksamin, program yang dilakukan oleh Pemda Konut bertujuan positif guna meningkatkan ekonomi masyarakat. Makanya peran camat dalam merangkul masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai program Pemda melakukan penanaman jagung 10 ribu Ha.

“Mari kita manfaatkan potensi lahan yang ada. Dengan melihat wilayah Konut yang merupakan daerah strategis dan subur untuk menjadi daerah penghasil jagung terbesar di Sultra,” tandasnya. (helmin)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top