Hmm … Mangkir Kerja 4 Bulan, Gaji Dua Dokter Ditahan – FAJAR Sultra
News

Hmm … Mangkir Kerja 4 Bulan, Gaji Dua Dokter Ditahan

KENDARIPOS.CO.ID TIRAWUTA- Ada ada aja. Dokter yang seharusnya melayani masyarakat sepenuh jiwa dan raga sesuai sumpahnya kok malah mangkir kerja, lamanya pun kelewat. Lihat saja dua dokter umum yang bertugas di puskesmas berbeda di Kolaka Timur mereka lalai hingga keduanya kini belum bisa menikmati gajinya.

Keduanya adalah dr. Oktavianus yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Uluiwoi dan dr. Antoni O.H Manurung dari Puskesmas Uesi. Tidak main-main mereka lalaikan tugas hingga sampai empat bulan lebih. Sebenarnya masih ada satu lagi yang ditahan gajinya. Hanya saja, dia bukan dokter tapi pegawai biasa di Dinkes Koltim. Detailnya lihat grafis.

Kelalaian dua dokter puskesmas itu dalam menjalankan tugas ketahuan saat Wakil Bupati Kolaka Timur, Hj. Andi Merya Nur melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Koltim. Kala itu, dia tidak hanya mengecek proses pelayanan dan peralatan Dinkes tapi juga absensi kehadiran PNS.

“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat dalam berbagai sektor. Utamanya pada aspek pelayanan kesehatan. Makanya, lalainya dua dokter umum ini sangat,kita sayangkan,” ungkap Andi Merya Nur, kemarin.

Mantan Anggota DPRD Kolaka itu sangat menyayangkan ketidakpedulian kedua dokter umum pada tugas utamanya. Lebih memprihatinkan, mereka tidak hadir sampai berbulan-bulan. Misalnya dr. Oktavianus tanpa keterangan selama 142 hari (medio Juli-Desember 2016).

“Ini peringatan kepada seluruh PNS. Kalau melalaikan tugas, maka pasti diberi sanksi. Ingat tugas utama seorang abdi negara adalah melayani masyarakat,” jelasnya.

Kedepan, lanjut dia, evaluasi tentang kehadiran PNS pada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) akan intens dilakukan. Ini penting guna menjamin pelayanan masyarakat bisa dilaksanakan secara prima. “Setiap saat akan dievaluasi kehadirannya. Kalau lalai sanksi tegas menanti,” ingatnya.

Kadis Kesehatan (Dinkes) Koltim, Hj. Ulfawati menjelaskan, kedua dokter umum tersebut sudah dihentikan gajinya sejak Desember. Untuk dr. Oktavianus tertuang dalam SK Nomor 440/005 perihal Surat Penyampaian Penahanan Gaji. Sementara dr. Antoni O.H Manurung dengan Nomor 440/915 tentang surat penahanan gaji. Khusus dia, dihentikan sejak 9 November 2016.

Sedangkan pegawai Dinkes atas nama Nurlina B, yang juga pindahan dari Dinkes Kolaka belum ditahan gajinya karena masih inklut di Kolaka. Namun dalam waktu dekat, kata Ulfawati, akan meminta permohonan penahanan gaji bersangkutan.

“Kami akan koordinasikan dengan Dinkes Kabupaten Kolaka soal ini. Karena bagaimanapun, dia tidak memiliki keterangan sakit atau alasan logis sehingga meninggalkan tugas. Karena ketidakhadiran PNS ditoleransi sampai tiga hari saja,” terangnya.

Dia menambahkan, semua itu dilakukan sebagai bentuk pembinaan supaya mau berubah. Sekaligus mengingatkan bawa sesuai undang-undang ASN, paling banyak 46 hari kalau tidak hadir maka akan diberhentikan. “Kami siap membina kembali dokter dan pegawai Dinkes itu. Asalkan tidak mengulangi perbuatannya. Tapi syaratnya, harus membuat surat pernyataan dan akan dievaluasi dulu selama tiga bulan berturut,” imbuhnya. (b/kus)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top