60 Persen Pulau-pulau di Sultra Belum Berpenghuni – Fajar Sultra
News

60 Persen Pulau-pulau di Sultra Belum Berpenghuni

Peta Sultra, ada 60 persen pulau di sini belum berpenghuni

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Wacana pengelolaan pulau-pulau tanpa nama dan penghuni oleh pihak asing yang dilontarkan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan bisa membuat repot wilayah yang punya banyak pulau seperti di Sultra. Faktanya, 60 persen pulau disemanjung Pulau Sulawesi ini memang belum berpenghuni dan bisa saja diberikan ke pihak asing untuk dikelola. Sejauh ini, Pemprov Sultra belum memikirkan serius soal rencana itu, sampai benar-benar diputuskan oleh negara.

“Kita punya 542 pulau, dan hanya sekitar 200 pulau yang telah ditinggali. Itupun tidak merata,” kata Kabag Pemerintahan Sultra, Abdillah Yoenoes, kemarin. Katanya, konsentrasi penduduk hanya di beberapa pulau saja. Sementara pulau lain, hanya dihuni segelintir orang bahkan ada yang hanya dijadikan kebun.

Terkait rencana pemerintah pusat “menjual” pulau-pulau tanpa penghuni ke pihak asing, Abdillah Yoenoes tak bisa memberi tanggapan berlebihan. Menurutnya, sebagai bagian dari pemerintah pusat, Pemda tidak bisa bersikap yang berlebihan. Bila sudah menjadi keputusan, hal itu harus dilaksanakan. Namun untuk saat ini, kebijakan tersebut baru berupa wacana. Makanya, ia enggan berkomentar mengenai sejumlah kemungkinan. Apalagi tupoksi Biro Pemerintahan, hanya melakukan pendataan. Untuk pengelolaan pulau menjadi ranah kepala daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota) dan Kementerian.

“Juknisnya kan belum ada, jadi saya belum ingin tanggapi. Selain itu, tidak semua pulau di Sultra menjadi kewenangan Pemda. Ada beberapa pulau menjadi kewenangan Kementerian karena masuk sebagai kawasan konservasi maupun hutan. Contohnya, gugusan pulau Labengki yang menjadi domain Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA),” jelas mantan Kabid Perizinan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BKPMD-PTSP) Sultra ini, Kamis (19/1).

Mantan Camat Rante Angin, Kolaka Utara ini menambahkan, pulau yang berhasil terdata dari hasil pengidentivikasi rupa bumi sebanyak 542 pulau. Dari jumlah itu, 80 persen sudah memiliki nama. Jumlah pulau yang memiliki nama sudah meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu yang hanya masih sekitar 50 persen. Apalagi setelah Pemda rutin melakukan invetaris pembakuan nama pulau. Dalam waktu dekat, Pemprov akan menggelar pertemuan menyangkut hal ini. Untuk itulah, Pemda akan mengundang Badan Informasi Geospasial.

Berdasarkan hasil pendataan, Muna (termasuk Muna Barat) merupakan daerah yang memiliki gugusan pulau terbanyak yakni 185 pulau disusul Wakatobi 142 pulau. Namun pulau didua kabupaten ini terbilang kecil bahkan ada yang sekurangan lapangan bulutangkis. Sementara untuk wilayah daratan terbilang kecil hanya sekitar belasan termasuk Kendari yang hanya memiliki 1 pulau (Bungkutoko). Khusus untuk provinsi, hanya mencatat pulau-pulau besar seperti Pulau Muna, Buton dan Kabaena.

“Dari ratusan pulau di Sultra, hanya 1 pulau yang dikelola orang asing. Kalau tidak salah di Wakatobi yang dijadikan objek wisata. Untuk pengelolaannya, silahkan tanya ke pemda. Kan, mereka yang paling tahu. Tugas kami hanya melakukan pendataan,” kata pria yang akrab disapa Dedi ini.

Apakah pemda menerima sumbangsih PAD? Ia mengaku tak tahu. Sejauh ini, belum ada satupun pengelolaan pulau yang melibatkan Pemprov Sultra. Pengelolaan pulau wisata di Wakatobi katanya, menjadi domain pemda setempat. Bila merujuk pada aturan, pemda seharusnya mendapat nilai tambahnya. Setiap pemanfaatan wilayah yang menjadi domain daerah wajib dikembalikan ke daerah. Hanya saja, ia tidak tahu apakah melalui pajak, royalti atau retribusi daerah hingga perjanjian kerja sama.

“Jadi kita tunggu saja putusan pusat. Sebelum diputuskan, tentunya sudah dipertimbangkan termasuk potensi yang memicu masalah baru. Tugas kami, hanya menyiapkan data seakurat mungkin. Sebab ada kemungkinan bisa dicaplok pihak lain. Kalau asing, sepertinya tidak mungkin. Apalagi pulau kita tidak berada di perbatasan. Namun keberadaannya yang cukup terpencil,” pungkasnya. (amal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top