Pria Paruh Baya Jadi Korban Salah Sasaran – FAJAR Sultra
News

Pria Paruh Baya Jadi Korban Salah Sasaran

KOLAKAPOS, Raha–Seorang pria paruh baya ditemukan tergeletak tak bernyawa dipinggir poros Tampo-Raha, tepatnya di tepi jurang depan kampus Akper Pemda Muna, desa Motewe kecamatan Lasalepa. Saat ditemukan Sabtu, pukul 02.00 dinihari, kondisi korban yang diidentifikasi bernama La Kufuli (46), bersimbah darah dengan kondisi luka tebasan pada lengan kanan hingga nyaris putus. “Kemarin, sekitar pukul 02.00 wita dini hari, kita dapat laporan bahwa ada ditemukan orang di bawah jurang disekitar daerah Akper desa Motewe dalam kondisi meninggal dunia. Diduga korban meninggal lantaran kehabisan darah akibat tangan kanannya diparangi hingga nyaris putus,” ucap Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta melalui Kasat Reskrim Muna Iptu Edwardho. Mantan Kapolsek Watubangga Polres Kolaka ini mengatakan, saat itu juga polisi langsung melakukan penyelidikan. Alhasil dari penyelidikan itu, tiga orang pemuda yakni Alfian (19), Rusdin (18), dan Restu (20) diamankan malam itu juga. Ketiganya diamankan karena kedapatan melintas di sidodadi sambil membawa parang. Ketiganya mengaku mendiang La Kufuli hanya korban salah sasaran. Saat itu terang para tersangka, sedang terjadi Perkelahian antar pemuda di kampung nahas bagi La Kufuli, saat melintas di tempat itu ia langsung kena tebas. Dari pengakuan ketiganya, yang menebas lengan korban bernama La Jiji. Pengakuan tersebut langsung dikembangkan polisi. Kemudian dibentuk tim untuk membekuk La Jiji yang diketahui sedang berada di rumah keluarganya. “Pelaku tidak ditemukan dirumah keluarganya. Namun, dengan pendekatan yang kita lakukan terhadap keluarganya, dimana kita mengarahkan agar pelaku dapat menyerahkan diri. Alhasil jam tiga sore, diantar oleh keluarganya, pelaku datang menyerahkan diri ke Polres Muna,” terangnya. Edwardho mengatakan, La Jiji, merupakan eksekutor utama yang mengakibatkan La Kufuli meninggal. “Atas perbutannya, tersangka dikenakan pasal 170 KUHP dan pasal 351 KUHP. Ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara. Untuk tiga orang lainnya, dikenakan Pasal 2 Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tandasnya. (m1/b)

Kolaka Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top