PROYEK OPERASI NASIONAL AGRARIA 2017 Jatah Konsel Berkurang 400 Bidang – FAJAR Sultra
News

PROYEK OPERASI NASIONAL AGRARIA 2017 Jatah Konsel Berkurang 400 Bidang

MARWAN/BERITA KOTA KENDARI
SOSIALISASI PRONA. Pihak BPN Konsel saat melakukan penyuluhan Program Proyek Operasi Nasional Agraria 2017, di Desa Laikandonga, Sabtu (21/1).

ANDOOLO, BKK– Badan Pertanahan Nasional Konawe Selatan(Konsel) siap menerbitkan sertifikat tanah secara massal untuk warga yang masuk dalam program Proyek Operasi Nasional Agraria. Namun sayangnya, jatah Konsel untuk tahun ini dikurangi.

Kepala BPN Konsel, Darmin A mengungkapkan, Kabupaten Konsel awalnya mendapat kuota 1.500 bidang. Namun karena ada kebijakan baru, seperti persiapan untuk UKM dan tanah nelayan, sebanyak 400 bidang dialihkan ke daerah lain yang juga membutuhkan. Sehingga yang tersisa hanya 1.100 bidang.

“Ada pergeseran DIPA. Rinciannya itu 150 bidang dialokasikan ke Baubau, ada juga persiapan untuk UKM 50 bidang, dan tanah nelayan 200 bidang. Sehingga ada pengalihan 400 bidang dari rencana semula 1.500 bidang,” kata Darmin saat sosialisasi Prona 2017 di Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, akhir pekan lalu.

Dengan berkurangnya kuota tersebut, pihak BPN Konsel lebih selektif untuk menentukan desa mana saja yang pantas untuk mendapatkan Prona. Desa Laikandonga sendiri merupakan salah satu desa yang masuk dalam program Prona. Desa ini mendapatkan jatah sebanyak 250 bidang tanah.

Rencananya, proses sertifikasi tanah di desa ini memakai sistem yang berbeda, yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2016, tentang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

Dia mengungkapkan, penunjukan Desa Laikandonga sebagai salah satu desa yang mendapatkan program ini sesuai dengan analisis dan kesepakatan. Pertimbangannya, sebagian besar tanah di desa tersebut banyak yang belum bersertifikat.

“Nanti akan menggunakan sistem Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap, artinya pendaftaran sertifikat tidak lagi secara merata desa yang dapat sporadis atau parsial. Artinya, pendaftaran sertifikatnya lengkap berada di satu desa. Jadi satu desa itu, diusahakan lahan warga harus bersertifikat semua. Ini komitmen pemerintah,” tuturnya.

Selain Laikandonga, ada beberapa desa yang masuk dalam program ini. Diantaranya Desa Watumelewe (Tinanggea) 100 bidang, Desa Mataiwoi (Kolono) 150 bidang, Desa Matandahi (Kolono) 150 bidang, Desa Andinete (Kolono) 200 bidang, Desa Sawa (Kolono) 200 bidang dan Desa Langgowala (Kolono) 100 bidang.

“Ini sudah keputusan BPN untuk menetapkan beberapa desa ini sebagai lokasi percepatan pelaksanaan PTSL. Semua sudah melalui pertimbangan dan analisa,” jelasnya.

Pihaknya telah membentuk tim pengukur dan tim pengumpul data yuridis dan dalam waktu dekat akan segera melakukan pekerjaannya. “Paling lambat awal Februari ini, tim ukur dan pengumpul data sudah mulai turun ke lapangan,” imbuhnya.

Darmin juga mengingatkan bahwa sertifikat tanah yang dikeluarkan nanti sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis. Meski demikian, warga masih mengeluarkan anggaran untuk keperluan teknis.

“Dalam pengukuran masing-masing warga harus menyiapkan patok besi dan juga harus menyiapkan materai,” terangnya.

Kepala Desa Laikandonga, Saumani, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab maupun BPN Konsel karena telah memasukkan desanya ke dalam program prona 2017. Dia memastikan masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai petani sangat senang.

“Dari 242 Kepala Keluarga, 980 jiwa, hanya 2 orang yang PNS. Lainnya petani semua. Jadi ini sudah sangat membantu mengurangi beban masyarakat,” katanya.

Salah seorang warga Desa Laikandonga, Alim, juga mengaku sangat senang. Masalahnya, mengurus sertifikat tanah tidak hanya butuh biaya, tetapi juga waktu untuk mengurus berkas.

“Kalau untuk biaya patok sama semennya, kita masih bisa,” tandasnya.(k8/b/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top