Pelayanan Terlambat Pasien Tewas, Direktur RSUD Konkep Terancam Dicopot – FAJAR Sultra
News

Pelayanan Terlambat Pasien Tewas, Direktur RSUD Konkep Terancam Dicopot

download-11

KENDARIPOS.CO.ID,LANGARA– Wakil Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Andi Muh Lutfi marah besar setelah mendengar ada pasien meninggal akibat tidak cepat mendapatkan pelayanan di RSUD. Makanya, Selasa (24/1), dia mendatangi langsung RSUD Konkep untuk mengetahui persoalan sesungguhnya. Dia hampir saja tidak bisa menahan emosi setelah mengetahui buruknya pelayanan membuat warga tidak tertolong.

Dirinya memang mahfum kalau ajal urusan Tuhan. Tapi paling tidak, harusnya ada ikhtiar berupa pemberian pelayanan maksimal dari pihak RSUD. “Kejadian ini sangat memalukan daerah. Saya akan memberikan sanksi tegas kepada Direktur RSUD Konkep dan Dinas Kesehatan kalau sampai kejadian serupa terulang,” ungkap Andi Muh Lutfi, kemarin.

Orang nomor dua di Konkep ini memang tidak secara spesifik akan memberikan sanksi tegas seperti apa. Tapi kemungkinan, bisa saja dicopot kalau dianggap tidak lagi mampu mengurus rumah sakit daerah itu. “Ingat, ini bukan lagi puskesmas. Tapi ini sudah menjadi RSUD Kabupaten. Kalau memang perawat sudah tidak mau melayani lagi pasien, mendingan kita tutup saja ini RSUD,” tegasnya.

Dirinya berharap peristiwa yang memalukan ini tidak terjadi lagi di Pulau Wawonii. Sebagai respon atas kejadian itu, dia berjanji akan menambah dua dokter lagi tahun ini. Supaya pelayanan kesehatan bisa maksimal. “Saya akan menambahkan dua dokter tahun ini. Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak melayani masyarakat. Apalagi sampai menelantarkan,” ingatnya.

Sebelumnya, tepatnya pada Minggu (22/1), seorang pasien rujukan dari Puskesmas Lansilowu bernama Sakaria (60) dibawa keluarganya ke RSUD Konkep. Tapi ternyata kondisi RSUD kosong. Beberapa keluarga pasien yang ikut mengantar menggeledah satu perstau ruangan RSUD tapi tidak ada satupun petugas apalagi dokter terlihat batang hidungnya.

Karena kondisi pasien sudah parah, keluarga tetap menurunkannya dari mobil ambulance menuju ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Setelah kurang lebih 45 menit menunggu, pelayanan RSUD itu baru berjalan.
Ternyata ada satu dokter sedang berada dalam ruangannya, tapi entah alasan apa sehingga tidak langsung “menjemput” pasien yang sedang sekarat.

Singkat cerita, karena sudah terlanjur kecewa, Sakaria yang terlihat terus mengerang kesakitan langsung dirujuk ke Kendari. Namun, setelah sampai di pertengahan Langara Wawonii tepatnya di Pulau Saponda Kabupaten Konawe, dia mengembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 11.00 Wita.

“Sungguh disayangkan ada RSUD tapi tidak ada petugasnya. Kami harap ini tidak terulang lagi kedepannya. Pemda perlu evaluasi kinerja pihak rumah sakit,” kata Muh Djafar, salah satu keluarga pasien, kemarin.

Direktur RSUD Konkep, dr Rudi punya argumen sendiri menyikapi persoalan itu. Menurut dia, salah satu alasannya adalah banyak tenaga medis belum mengantongi SK. “Mungkin juga ada acara keluarga, sehingga RSUD kosong. Tapi saya pikir masalah SK paling utama,” argumennya.

Kurangnya tenaga perawat dan dokter juga, lanjut dia menjadi alasan lain sehingga pelayanan kurang maksimal. “Semoga kedepan hal ini bisa dicarikan solusinya,” imbuhnya. Soal kemungkinan ada konsekuensi jabatan dicopot setelah ada kejadian ini, dirinya mengaku menyerahkan sepenuhnya pada Pemda. Pastinya, dia hanya berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Anggota DPRD Konkep, Amran mengatakan, tidak ada alasan untuk RSUD kosong. “Pelayanan kesehatan itu tidak boleh kosong, biar hari Minggu. Harus ada yang stand by di UGD. Masalah honornya juga mereka (perawat) jelas, sudah dianggarkan. Jadi tidak ada alasan meninggalkan tugas,” tegas Politisi PKS itu.(b/san)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top