Wabup Ancam Copot Direktur RSUD dan Kadinkes *Soal Pasien Telantar di RSUD Konkep – FAJAR Sultra
News

Wabup Ancam Copot Direktur RSUD dan Kadinkes *Soal Pasien Telantar di RSUD Konkep

LANGGARA, BKK– Wakil Bupati Konawe Kepulauan, Andi Muhammad Lutfi SE MM tak bisa menyembunyikan kekesalannya atas peristiwa penelantaran pasien yang terjadi di RSUD Konkep, Minggu (22/1) lalu. Lutfi pun mengancam akan mencopot jabatan Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan Konkep.

Dia menegaskan ancamannya itu saat menghadiri sebuah rapat di RSUD Konkep, Selasa (24/1) kemarin. Menurutnya, kejadian yang menyebabkan meninggalnya, Sakaria (60), warga Desa Tombaone, Kecamatan Waonii Utara dalam perjalanan menuju ke Kota Kendari itu, merupakan kesalahan yang sangat fatal.

“Ini karena kelalaian petugas dan pimpinannya yang harus bertanggungjawab,” katanya dengan nada keras sehingga membuat seisi ruangan membisu.

Lutfi pun menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan pelajaran penting dan tak boleh terulang lagi di kemudian hari. “Saya tidak mau tau, kejadian ini jangan pernah terulang. Pokoknya, petugas kesehatan harus ada yang standby di sini setiap saat. Kalau sampai ada lagi pasien yang saya dengar terlantar, kepala rumah sakit dan kadis kesehatan yang jadi sasaran,” tegasnya.

Wabup juga mengingatkan kepada seluruh pegawai kesehatan di Konkep untuk bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya. Apalagi, melayani orang yang sakit merupakan tugas yang mulia.

“Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk melaksanakan tugas mulia ini, jadi saya harap kepada saudara-saudara untuk bersungguh-sungguh,” pesannya.

Mulai hari itu, kata dia, petugas kesehatan sudah harus meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Pulau Wawonii. Dia menegaskan bahwa Konkep sudah menjadi kabupaten.

“Kita ini bukan lagi desa, bukan lagi kecamatan, tetapi kita ini sudah kabupaten. Kita ini setara dengan daerah-daerah lainnya di Sultra bahkan daerah se Indonesia. Jadi pelayanan kesehatannya juga harus meningkat,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala RSUD Konkep, dr Rudi menjelaskan pihaknya juga sangat menyesalkan kejadian tersebut. Dia mengakui ada kelalaian di internalnya dan berjanji akan segera mengevaluasinya.

“Siapa yang inginkan kejadian seperti ini, kami juga tidak inginkan ada pasien yang terlantar seperti kejadian kemarin. Itu kelalaian yang seharusnya tidak terjadi dan mudah-mudahn jangan terulang lagi. Rumah sakit sudah sangat malu, dan pasti akan berimbas juga ke Pemkab,” katanya.

Seperti diketahui, di akhir pekan lalu, pihak keluarga membawa Sakaria ke RSUD Konkep setelah mendapatkan rujukan dari Puskesmas Lansilowo. Namun sesampainya di sana sekitar pukul 07.00, tidak satu pun tenaga medis yang dijumpai di ruang ICU.

Karena menunggu satu jam lebih tidak ada pelayanan, pihak keluarga pun nekat memberikan oksigen milik ICU karena korban sudah nampak kewalahan bernafas. Sekitar satu jam kemudian, seorang wartawan yang mengetahui kejadian itu kemudian mengontak salah satu pejabat. Dokter pun baru datang.

Sayangnya, Sakaria meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit di Kota Kendari. (k4/b/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top