PLTS Terangi Dua Desa di Watubangga – Fajar Sultra
News

PLTS Terangi Dua Desa di Watubangga

KOLAKA – Program pemerintah Kabupaten Kolaka yang tertuang dalam sembilan program prioritas Strategi Mekongga Sejahtera Bekerja dan Berkarya (SMS Berjaya) yang mana salah satunya yaitu pemenuhan kelistrikan ke pedesaan mulai “menerangi” masyarakat.

H Ahmad Safei

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menelan anggaran hingga Rp 37 Miliar yang bersumber dari APBN 2016 itu, telah menerangi enam desa yang berada di dua Kecamatan, yaitu Tanggetada dan Watubangga. Khusus di Kecamatan Watubangga, tenaga surya telah dioperasikan di dua desa yaitu Longgosipi dan Kastura dengan kapasitas 30 kWp dan 50 kWp.

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Kolaka memutuskan untuk membangun PLTS di desa tersebut karena wilayah itu diperkirakan selama 3-5 tahun kedepan belum tersentuh listrik. “Desa Longgosipi dan Kastura ini merupakan salah satu dari 18 desa di Kabupaten Kolaka yang diperkirakan 3 sampai 5 tahun belum mungkin ada listrik. Karena itu diberikan listrik tenaga surya,” katanya.

Pembangunan PLTS lanjut Ahmad Safei, menggunakan biaya yang tidak sedikit. Karena itu sambil menanti listrik PLN menerangi wilayah itu, ia berharap masyarakat dapat merawat serta menggunakan PLTS itu dengan baik.

“Jadi PLTS ini akan berlangsung lama atau tidak, terpulang kepada kita sebagai masyarakat bagaimana cara kita menjaganya. Mudah-mudahan 3 sampai 4 tahun kedepan, listrik PLN sudah bisa masuk ke desa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kastura, Haris mengatakan, masyarakat Kastura sangat merindukan kehadiran listrik. Sebab, selama hampir 20 tahun desa Kastura tak tersentuh listrik.

Dikatakan Haris, kapasitas PLTS di Desa Kastura sebesar 50 kWp dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar itu digunakan oleh 225 KK. Selain itu, kehadiran listrik tenaga surya juga dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk dijadikan sebagai sumber PADes.

“Saat musyawarah desa kami sepakati untuk kelola PLTS ini sebagai PADes dimana setiap pelanggan disepakati Rp 20 ribu. Nantinya uang itu akan kita gunakan untuk kegiatan operasional, sisanya kas masyarakat di bawah naungan BUMDes,” jelasnya. (p7/b/alp)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top