RSUD Konkep Hanya Punya Tiga Dokter Umum – FAJAR Sultra
News

RSUD Konkep Hanya Punya Tiga Dokter Umum

HUSAIN/BKK
Andi Muhammad Lutfi SE MM

LANGARA, BKK – Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) masih kekurang tenaga medis, baik perawat, bidan maupun dokter. Hal ini dianggap sebagai persoalan masalah serius yang saat ini tengah dicarikan solusi oleh pemerintah setempat.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konkep, dr Rudi mengungkapkan, RSUD Konkep baru memiliki tiga dokter umum, termasuk dirinya. Kekurangan tenaga dokter inilah yang menjadi penyebab kurang efektifnya pelayanan kesehatan di RS tersebut.

“Dengan status kita sekarang sebagai rumah sakit daerah, seharusnya minimal kita harus punya 12 tenaga dokter. Tapi kenyataannya, kita baru punya dua tenaga dokter kontrak, tiga termasuk saya (Kepala RSUD). Jadi saya sendiri harus merangkap,” katanya.

Mengatasi masalah kekurangan tenaga dokter tersebut, Rudi mengusulkan rencana kerja sama dengan RSUD di daerah lain yang bisa menyuplai tenaga dokter ke Konkep.

“Tetapi hal ini baru bisa terlaksana kalau ada komitmen antara Konkep dengan pemerintah daerah yang rumah sakitnya jadi partner itu,” katanya.

Sejauh ini, lanjut dia, sudah ada titik terang untuk menjalin rencana kerja sama dengan salah satu RSUD yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Tinggal menindaklanjuti secara resmi. “Secara tidak langsung pihak RSUD Bahteramas sebelumnya sudah menjembatani rencana ini, tinggal kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Direktur RSUD Konkep yang baru dilantik tiga pekan lalu itu berharap kepada unsur pimpinan daerah Konkep untuk mendukung kerja sama tersebut. Karena suka atau tidak, pelayanan kesehatan di Konkep memang masih seperti itu situasinya.

Kerja sama yang dia maksud adalah, Konkep dalam hal ini menyiapkan biaya transportasi, fasilitas dan jasa dokter-dokter yang siap melakukan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Konawe Kepulauan ini.

“Saya berharap ini bisa menjadi perhatian bersama,” tandasnya.

Sementara Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi mengatakan di tahun ini Pemkab akan mengujicoba program Satu Desa Satu Perawat. Jika memang sudah siap, akan diterapkan pada 2018 mendatang.

Andi Lutfi menjelaskan, program ini bertujuan menekan tingginya angka gangguan kesehatan masyarakat di Pulau Wawonii. “Saya sudah berkordinasi dengan bupati dan beliau sangat setuju dengan program ini. Insya Allah akan terlaksana,” katanya.

Sebagai langkah awal, pihak Pemkab tengah melakukan kajian khusus mengenai keperawatan, mengingat Konkep sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) dan masih kekurangan tenaga keperawatan.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Tenggara, Heryanto AMk SKM mengatakan, program ini bisa terlaksana. Namun sebelumnya, harus diadakan pelatihan khusus.

“Saya rasa ini bisa diwujudkan,” kata Anggota DPRD Bombana ini.

Sebelumnya Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT menyatakan salah satu perhatian utamanya adalah pembangunan di sektor kesehatan. Pembangunan gedung RSUD serta fasilitasnya akan ditingkatkan, dan tenaga kesehatan termasuk dokter akan ditambah.

“Akan kita lakukan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk kampus-kampus yang mempunyai jebolan-jebolan tenaga kesehatan terutama dokter yang memang saat ini sangat kita butuhkan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Konawe Kepulauan,” katanya. (k4/a/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top