Ganti Rugi Lahan Jalan 40 Wabup Jamin Anggarannya Sudah Ada – FAJAR Sultra
News

Ganti Rugi Lahan Jalan 40 Wabup Jamin Anggarannya Sudah Ada

ok-konkep-jalan-40

HUSAIN/BERITA KOTA KENDARI
PERSOALAN GANTI RUGI. Wabup Konkep Andi Muhammad Lutfi SE MM mencoba memberi pemahaman kepada puluhan massa aksi yang mengatasnamakan Keluarga Besar Pemilik Lahan Wawonii (KBPL-Wawonii) di pelataran Rujab Bupati Konkep, Kamis (26/1).

LANGARA, BKK – Puluhan warga yang mengatasnamakan Keluarga Besar Pemilik Lahan Wawonii (KBPL-Wawonii) menggelar aksi demo di Kantor Bupati Konawe Kepulauan, Kamis (26/1). Massa aksi menuntut Pemkab Konkep segera menyelesaikan ganti rugi pembebasan Jalan 40.

Koordinator massa, Mubarak saat berorasi menilai Pemkab tidak serius menyelesaikan ganti rugi pembebasan lahan yang sudah mencuat sejak 2015 yang lalu. “Lahan kami sudah digusur paksa untuk membangun Jalan 40. Sudah berlarut-larut, begitu lama, dari tahun 2015 sampai sekarang belum juga diselesaikan,” katanya.

Yang mengherankan, kata dia, para pemilik lahan mendapatkan informasi bahwa Pemkab sudah menyediakan anggarannya sejak 2015 lalu. Tapi anggaran yang dimaksud tak pernah dicairkan.

Selain itu, mereka juga menuntut Pemkab menaikkan harga ganti rugi lahan yang sebelumnya ditaksir sebesar Rp 10.000 permeter menjadi Rp 350.000 per meter. Mereka menganggap nilai ganti rugi itu amat rendah.

Menanggapi tuntutan massa aksi tersebut, Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi SE MM menjelaskan bahwa Pemkab dan DPRD Konkep telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan Jalan 40 tersebut. Saat ini sedang berlangsung penyusunan dokumen kelengkapan untuk pencairan anggaran.

“Yakin dan percaya, kami tidak ada niat untuk tidak menyelesaikan semua persoalan pembebasan lahan. Yang jelas sudah ada anggarannya di tahun ini. Tinggal kesabaran saudara-saudara saja. Kalau isu-isu yang mengatakan bahwa tahun 2015 atau 2016 sudah dianggarkan, itu jangan dipercaya. Kalau tidak percaya, silahkan tanya ke DPR,” paparnya.

Menurutnya, keterlambatan pembayaran pembebasan lahan tersebut dikarenakan proses identifikasi lahan yang akan dibebaskan. Bukan hanya lahan warga di Jalan 40, tetapi di seluruh Konkep.

“Setelah terpilih, kami mengidentifikasi lahan-lahan yang belum dibebaskan, termasuk Jalan 40. Dan itu butuh waktu karena kami berusaha temui masyarakat pemilik lahan untuk dibicarakan dengan baik,” katanya.

Di tempat yang berbeda, Ketua DPRD Konkep, Musdar S Sos saat menerima massa aksi di ruang paripurna DPRD Konkep menjelaskan, untuk memecahkan masalah tersebut, perlu dilakukan pertemuan antara pihak pemerintah, DPRD dan pemilik lahan.

“Harus kita lakukan pertemuan segi tiga, terutama tuntutan saudara-saudara tentang menaikkan harga pembebasan lahan dari harga 10.000 menjadi 350.000. Kalau masalah kapan pertemuannya, nanti dikabarkan,” sarannya. (k4/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top