Oknum Camat di Koltim Diduga Jual Mesin PLTD – FAJAR Sultra
News

Oknum Camat di Koltim Diduga Jual Mesin PLTD

BUKTI KUITANSI. Selembar kuitansi dengan nilai Rp 600.000 untuk pembayaran pemasangan instalasi listrik, sebagai bukti pungutan dari oknum camat di Kolaka Timur. Sampai saat ini, instalasi listrik yang dijanjikan tak kunjung terwujud.

TIRAWUTA, BKK– Kelakuan salah seorang oknum camat di Kolaka Timur dipersoalkan. Salah satunya adalah diduga terlibat dalam penjualan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang dialokasikan di Kelurahan Tinengi. Selain itu, oknum camat tersebut juga diduga telah melakukan pungutan sebesar Rp 600.000 kepada warga dengan iming-iming dipasangkan instalasi listrik.

Sumber Berita Kota Kendari mengungkapkan, mesin PLTD tersebut sebelumnya merupakan bantuan dari Bupati Kolaka Buhari Matta pada 2009 silam, di saat Kolaka Timur belum dimekarkan dari Kolaka. Pada November 2016, mesin PLTD tersebut kemudian ditawarkan oleh oknum camat ini kepada oknum pengusaha pabrik es batu di Kelurahan Kolakasi, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka.

“Ditawarkan untuk barter. Si pembeli mesin kemudian membuatkan jalan usaha tani yang bertempat di Desa Talada kurang lebih 250 meter. Saya dengar anggarannya sekitar 400 jutaan,” kata sumber tersebut kepada Berita Kota Kendari, akhir pekan lalu.

Sumber tersebut mengaku informasi itu berasal dari seseorang yang bertugas mengangkut mesin PLTD itu dengan menggunakan truk tronton, beberapa waktu lalu. “Ada yang namanya Daud. Dia yang mengambil dan mengangkut mesin diesel menggunakan tronton. Dia bilang bosnya disuruh oleh camat itu untuk membuatkan jalan usaha tani dengan cara barter dengan mesin diesel tersebut,” ungkapnya.

Yang jadi kekhawatiran, jangan sampai jalan tani untuk Desa Talada tersebut sudah dianggarkan dari dana desa setempat. “Jadi kita mau pastikan kalau jalan itu dibangun dari dana desa, ataukah hasil barter. Kalau hasil barter, berarti harus ditanyakan ke mana anggaran pembangunan jalan tani yang bersumber dari dana desa itu,” katanya.

Tak hanya dugaan barter mesin PLTD dengan pembangunan jalan tani, sumber tersebut juga mengungkapkan sejumlah warga mulai mempertanyakan hasil dari pungutan sebesar Rp 600.000 yang pernah dilakukan oleh oknum camat ini, 2015 silam. “Warga yang membayar dijanji akan dipasangkan instalasi listrik. Tapi sampai sekarang belum juga ada realisasi,” katanya sembari memperlihatkan kuitansi pembayaran senilai Rp 600.000 itu kepada BKK.

Sumber tersebut juga akan melaporkan ulah sang camat kepada DPRD Koltim. “Saya harap anggota dewan bisa segera mengusut tuntasnya,” kata dia.

Sayangnya, sang camat belum berhasil didapatkan konfirmasinya untuk memastikan kebenaran dari informasi tersebut. Lima nomor ponselnya yang dihubungi, tak satu pun yang aktif. (k3/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top