DPRD Konawe Tetapkan Anggotoa Sebagai Kecamatan – FAJAR Sultra
News

DPRD Konawe Tetapkan Anggotoa Sebagai Kecamatan

UNAAHA, BKK– Jumlah kecamatan di Kabupaten Konawe kini bertambah. Itu setelah DPRD Konawe menetapkan Peraturan Daerah (Perda) no 1 tanggal 30 tahun 2007 tentang Pemekaran Kecamatan Anggotoa.

Penetapan Perda tersebut digelar dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara, Senin (30/1). Turut hadir Wakil Bupati Konawe, Parinringi, pejabat Muspika dan lainnya.

Gusli Topan Sabara menjelaskan, DPRD dan Pemkab sama-sama merestui Kecamatan Anggotoa lepas dari Kecamatan Wawotobi setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang. “Diusulkan pada 2015 lalu. Baru kita tetapkan di akhir Januari 2017 ini,” tuturnya.

Ia menceritakan, Perda pembentukan kecamatan baru tersebut berasal dari usulan Pemkab Konawe. DPRD kemudian menindaklanjutinya dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus).

Setelah dikaji dan dianalisa, DPRD Konawe pun memberikan persetujuannya, lalu dikonsultasikan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kemudian terbitlah surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sultra No 2/reg/I/2017 pada 4 Januari 2017 tentang pemberian nomor register terhadap Raperda Pembentukan Kecamatan Anggotoa, sekaligus menyetujui penetapan Ranperda tersebut. Itu dipertegas lagi dengan surat Gubernur Pemprov Sultra No.138/5903 tentang Pembentukan Kecamatan Anggotoa di Kabupaten Konawe.

“Selanjut diparipurnakan untuk ditetapkan sebagai Perda sebagai payung hukumnya,” katanya.

Kecamatan Anggota merupakan kecamatan ke-27 di Konawe. Berdasarkan Perda tersebut, kecamatan ini terdiri atas 14 desa binaan. Ada pun pusat adminstrasi pemerintahannya ditetapkan di Desa Nario Indah.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Konawe Parinringi mengaku, pada dasarnya proses pembentukan kecamatan baru ini tidak mengalami hambatan.
Karena kebijakan pembentukan kecamatan baru ini sudah sesuai ketentuan hukum.

Begitupula ditinjau dari aspek pendukung lainnya, baik geografis, demografis, kondisi sosial, serta potensi wilayahnya, sudah memenuhi syarat untuk menjadi kecamatan tersendiri. “Ini juga didukung dari nilai indikatornya sebanyak 340. Sehingga dikategorikan mampu beridiri sendiri. Seiring dengan kecamatan induknya yang sampai saat ini dalam level sangat mampu,” katanya.

Parinringi menambahkan, proses pembahasan Perda ini juga melibatkan akademisi. Setelah dilakukan pengkajian maka mendapat rekomendasi oleh Gubernur Sultra melalui surat no.138/5903 tanggal 29 Desember 2016 untuk definitifkan. (cr4/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top