Film Suara dari Pesisir Labengki Digarap, Mengangkat Anak Bajo yang Ingin Lanjut Sekolah – FAJAR Sultra
News

Film Suara dari Pesisir Labengki Digarap, Mengangkat Anak Bajo yang Ingin Lanjut Sekolah

Pendukung film berkunjung di Graha Pena Kendari Pos

Satu lagi karya kreatif anak muda Sultra bakal diluncurkan. Selain Film Molulo “Jodoh tak Bisa Dipaksa” kali ini hadir pula Komunitas Koheo Film Kendari yang berkolaborasi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo (UHO). Mengusung kebiasaan lokal, mereka ingin mengangkat kehidupan di pulau Labengki dalam film yang diberi judul “Suara dari Pesisir”

Ariyani Arifin dan Amal Fadly Senga, Kendari

Film ini bercerita tentang seorang anak Suku Bajo yang tinggal di Pulau Labengki. Bajo (15) ingin mengubah pandangan keluarga dan lingkungannya tentang arti pentingnya pendidikan dan pelestarian alam. Anak yang masih duduk di SMP lalu berjuang menyakinkan orang tuanya. Niat lahir setelah mendapat suntikan semangat dan petuah seorang guru muda bernama Nurul (25) yang mengajar di sekolah Bajo. Semangatnya kian memuncak untuk melihat dunia luar setelah berkenalan dengan seorang fotografer bernama Bonco (30).

Sayangnya, keinginannya meyakinkan keluarga dan lingkungannya tidak berjalan mulus. Penolakan awal langsung dirasakan dari Sang Ayah, Haseng. Apalagi sudah menjadi tradisi turun-temurun kebiasaan melaut ayahnya dengan merusak lingkungan. Sikapnya menolak ajakan melaut, justru membuat ayahnya marah. Sikap keras ayahnya kian memuncak saat ia berkeinginan melanjutkan sekolah di SMA. Bagi ayahnya, melaut lebih baik dari pada sekolah. Sebab hasilnya bisa langsung terlihat.

Di saat tengah menghadapi persoalan pelik, ia harus menerima kenyataan. Gurunya, Nurul yang selama ini menjadi inspirator dipindahkan. Apalagi saat itu, ia sedang menghadapi ujian sekolah. Namun Bajo berusaha untuk meyakinkan tekadnya melanjutkan pendidikan. Semangatnya tak pernah goyah terus ditunjukan pada orang-orang terdekat termasuk ayahnya.

Film pendek ini ingin memberi inspirasi pada setiap orang bisa menjadi “agent of Change”. Di mana pun berada, setiap orang memiliki potensi untuk mengubah keadaan meski situasi sesulit apapun. Makanya, pelakonnya memerani karakter yang berbeda-beda. Bajo diperankan sebagai seorang anak pesisir yang pekerja keras dan enerjik. Ia sangat senang belajar dan memiliki kemauan yang kuat untuk terus bersekolah. Sementara Haseng memiliki prinsip, melaut adalah satu-satunya jalan mencari uang. Dengan menggunakan berbagai cara baik legal maupun ilegal, haseng berjuang menghidupi keluarganya.

Produser Koheo Film, Tirtayasa mengatakan kondisi kehidupan di Labengki sangat menarik untuk diangkat di layar lebar. Apalagi Pulau Labengki kini menjadi salah satu destinasi wisata yang membanggakan. Namun di tengah tersohornya destinasi wisata ini, ternyata ada cerita kehidupan dengan budaya yang sangat menarik. Olehnya itu, timbul pemikiran untuk kembali mengangkat tema sosial dan budaya asli Sultra itu, agar lebih dikenal di Indonesia maupun mancanegara.

Film pendek ini berdurasi full 25 menit. Selain melihat sisi kehidupan masyarakat, film ini juga memperkenalkan keindahan pulau Labengki dengan keindahan bawah lautnya serta beberapa gugusan karang karang besar ditepiannya, sehingga membentuk simbol ‘’Cinta’’. Disana juga terdapat kima sejenis kerang besar yang keberadaannya terancam punah.

“Semua peran dalam film ini dimainkan oleh anak anak lokal. Mereka semua ternyata jago jago akting dan tidak kalah dengan artis dari ibukota” kata Tirta di Kendari Pos, Senin (30/1).

Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin mengapresi ide dan karya kreatif anak-anak muda. Makanya, ia siap memberi support. Apalagi ide ceritanya mengangkat kehidupan masyarakat lokal. “Kendari Pos memiliki tanggung jawab dalam mengangkat kemajuan daerah. Kami sangat mengapresiasi dan siap memberikan dukungan kepada generasi muda yang kreatif dan memiliki keinginan memajukan Sulawesi Tenggara. Tak hanya Koheo Films Kendari yang kami akan berikan dukungan, tapi seluruh komunitas anak muda yang memiliki karya dan kreativitas cemerlang akan kami support,” ungkap Irwan Zainuddin saat berdiskusi dengan tim Koheo Films Kendari ketika berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos, pekan kemarin. (*)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top