Duh, Ternyata Banyak Pejabat Ogah Kembalikan Randis – FAJAR Sultra
News

Duh, Ternyata Banyak Pejabat Ogah Kembalikan Randis

KENDARIPOS.CO.ID KENDARI- Jiwa memiliki aset daerah diperlihatkan para mantan pejabat. Meski sudah tak menduduki posisi dalam struktural pemerintahan, namun mereka ternyata masih enggan menyerahkan sejumlah fasilitas negara yang sempat diberikan, termasuk kendaraan dinas (Randis). Buktinya, masih sekitar 100-an unit Randis yang belum kembali. Jumlah ini belum termasuk kendaraan roda dua yang diperkirakan lebih banyak lagi. Pemprov pun sempat dibuat bingung. Upaya menarik kembali Randis belum membuahkan hasil. Padahal sudah sekian kali, surat penyampaian dilayangkan.

Sayangnya, upaya persuasif pemerintah tak kunjung mendapat tanggapan. “Ya, memang benar. Namun hal itu bukan terjadi saat ini saja. Tapi sudah menjadi warisan pejabat-pejabat sebelumnya. Kendati demikian, kami tak pernah menyerah. Hasilnya, ada beberapa yang bisa dikembalikan meskipun dalam kondisi rusak,” beber Beangga Hariyanto, Kepala Biro Umum Setprov Sultra saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/1).

Randis yang dikuasai ini lanjut Beangga, bukan hanya pejabat pensiun namun juga pegawai yang masih aktif. Sudah menjadi kebiasaan, pegawai saat dimutasi kerap membawa Randis ke instansi barunya. Padahal kendaraan tersebut diperuntukan bagi pejabat baru. Makanya, ada beberapa instansi yang kendaraan operasionalnya terbatas atau kelebihan. Tak heran, beberapa diantaranya ditarik paksa. Pasalnya, surat peringatan yang dilayangkan pemerintah tidak diindahkan.

“Seperti kemarin, Biro Kerjasama mengeluhkan Randis operasionalnya. Hingga kini, mereka belum kebagian. Padahal di APBD induk, tidak ada anggaran pembelian Randis. Untuk mendukung kegiatan operasional, mereka harus menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini juga terjadi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru terbentuk. Namun saya minta untuk bersabar. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah memberi sinyal, pembelian Randis di APBD Perubahan dibolehkan. Apalagi pembahasan anggarannya yang akan dipercepat pada bulan Juli,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Selatan ini mengaku kesulitan menarik kembali Randis yang dikuasai pejabat lama. Apalagi keberadaan bagian perlengkapan sudah semakin kecil, karena hanya dijabat eselon IV. Sementara yang harus mereka hadapi adalah pejabat dengan golongan diatasnya.

“Agar hal ini tidak terulang, semestinya sebelum pelantikan, kunci kendaraan harus diserahkan. Aturannya sudah ada. Yang terjadi selama ini justru terbalik. Makanya, masalah ini kerap terulang. Ironisnya, ada yang tidak mau mengembalikan. Padahal kendaraannya tidak pernah di dum. Dari hasil pencarian kami, banyak kendaraan yang sudah berpindah tangan atau tidak dipakai pengguna lama. Bukan hanya Randis roda empat, lebih-lebih kendaraan roda dua,” tandas mantan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPPPA-KB) Sultra ini. (b/mal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top