Bupati Targetkan 50 Desa Maju – FAJAR Sultra
News

Bupati Targetkan 50 Desa Maju

MARWAN/BKK
Surunuddin Dangga

ANDOOLO, BKK- Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga optimis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mampu mewujudkan 50 desa yang sudah maju. Dalam RPJMD tersebut, salah satunya Pemkab akan memfasilitasi modal kredit dari pihak perbankan.

“Kalau banyak masyarakat membuka usaha, secara otimatis peredaran uang semakin banyak sehingga secara tidak langsung kesejahteraan masyarakat dengan sendirinya meningkat,” kata Surunuddin Dangga saat berbincang dengan Berita Kota Kendari, Minggu (5/2).

Surunuddin mengatakan, salah satu kriteria desa maju adalah warganya yang sudah berpenghasilan tetap. Selain itu, desa tersebut telah berhasil mengembangkan potensinya sehingga perekonomian nampak berputar di pasar-pasar maupun area pertokoannya.

Sementara ini, sudah ada beberapa desa yang masuk dalam kriteria desa maju, diantaranya Desa Andoolo Utama (DU) Kecamatan Buke. Di desa tersebut, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dibentuk dari dana desa untuk mengelola pasar setempat sudah aktif. Bumdes DU pun sudah punya pendapatan sendiri.

Diakuinya, tantangan dalam memajukan pembangunan desa adalah keterbatasan akses transportasi. Di Kecamatan Laonti, kata dia, masih banyak desa yang terisolir karena belum bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, apalagi roda empat.

“Kami lagi upayakan untuk membuat jalan tembus, dan berharap semua desa yang berada di Kecamatan Laonti mau ikut berpartisipasi menggunakan dana desanya. Jangan hanya menunggu,” katanya.

Pemerintah kabupaten, kata dia, akan terus memantau perkembangan desa-desa dan aktif membantu agar penggunaan dana desa bisa tepat sasaran. Namun dia menegaskan Pemkab sama sekali tidak akan mengintervensi program-program desa.

“Yang menjadi fokus kita agar program desa, tetap bersinergi dengan program kabupaten, provinsi dan pusat. Jadi kita memang harus mengintervensi mereka agar dananya tepat sasaran dan sinkron dengan program pemerintahan yang ada di atasnya,” papar dia.

Misalnya, ada desa yang mengusulkan internet, sementara masih banyak warganya yang miskin. Desa seperti ini harus diingatkan bahwa mereka harus membuat program yang priorotas.

Bagaimana pun, lanjut dia, Pemkab mengalokasikan 10 persen dari APBD sebagai pendamping alokasi dana desa dari pusat, sehingga harus tetap mengawasi penggunaannya oleh aparat desa. (cr13/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top