Penarikan Randis di Mubar Tak Terkait Pilkada – Fajar Sultra
News

Penarikan Randis di Mubar Tak Terkait Pilkada

RAHA – Penarikan enam unit mobil ambulance dan mobil operasionnal camat milik Pemkab Muna yang “dikuasai” enam Kepala Puskesmas dan Camat di Kabupaten Muna Barat, tidak ada kaitannya dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat yang sedang berlangsung di Muna Barat saat ini.

Amiruddin Ako

“Tidak benar ada nuansa politik dalam upaya penertiban kendaraan dinas ini, karena dead line waktu yang diberikan untuk menindaklanjuti temuan BPK adalah per 31 Januari 2017, sehingga tidak mungkin untuk menunggu selesainya pelaksanaan pilkada Muna Barat. Pemkab Muna berkomitmen untuk menjaga ketertiban, kenyamanan dan keamanan pelaksanaan pilkada Mubar, akan tetapi pada sisi yang lain Pemkab Muna juga berkomitmen untuk patuh terhadap rekomendasi BPK RI. Olehnya itu saya tegaskan sekali lagi, penertiban randis ini tidak ada kaitannya dengan pilkada Mubar,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Muna, Amiruddin Ako, Minggu (5/2).

Ia menjelaskan, penarikan kendaraan tersebut adalah upaya Pemkab Muna untuk menertibkan aset kendaraan dinas (randis) milik Pemkab Muna. Di mana keberadaan randis tersebut sangat berpengaruh terhadap neraca keuangan pemerintah daerah Kabupaten Muna, yang secara otomatis juga berpengaruh pada target Pemkab Muna untuk mencapai opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah.

“Saat ini Pemkab Muna sedang mengagas pencapaian target WTP dalam pengelolaan keuangan dan aset daerat. Nah WTP ini tidak bisa kita raih kalau aset tidak tertib. Olehnya itu kita lakukan upaya penertiban aset dengan menarik kendaraan dinas yang dibawa ke Muna Barat,”terangnya.

Amirudin Ako menjelaskan, sesuai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulawesi Tenggara Nomor 45/LHP/IX-KDR/12/2016 tanggal 7 Desember, dinyatakan bahwa terdapat aset berupa kendaraan bermotor yang dikuasai oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah pensiun/keluarga pensiunan, PNS yang pindah di Kabupaten Mubar dan kendaraan yang dibawa oleh PNS yang telah dimutasi ke SKPD lain.

“Jika Pemkab Muna Barat tetap ingin menggunakan fasilitas tersebut, selayaknya ada komunikasi yang terbangun antar Pemkab Muna dan Pemkab Muna Barat, sehingga keberadaan aset tersebut tidak mengganggu neraca keuangan Pemkab Muna,”ucapnya.

Amiruddin Ako juga menyikapi dingin pernyataan Pj Bupati Mubar, Roni Yakub La Ute yang menuding tindakan penarikan randis tersebut mirip dengan tindakan ‘Yahudi’. ” Pernyataan Bapak Pj Bupati Muna Barat, DR Roni Yakob La Ute yang mensinyalir tindakan penertiban randis ini mirip dengan ‘tindakan Yahudi’. Kami anggap ungkapan itu adalah ungkapan yang tidak beralasan dan cenderung emosional. Kami tetap berprasangka baik bahwa kalimat itu tidak diarahkan kepada Pemkab Muna sebagai institusi negara, tapi hanya sekedar luapan emosional dari bapak Pj Bupati Mubar, Dr Roni Yakob La Ute sebagai pribadi, bukan mewakil Pemkab Muna Barat sebagai lembaga institusi negara,”kata Amirudin Ako.

Ia berkeyakinan bahwa Pj Bupati Mubar telah mendapat informasi yang salah dan cenderung provokatif. “Bahasa mirip tindakan Yahudi seharusnya tidak perlu dilontarkan, mengingat hubungan personal Bupati Muna, LM Rusman Emba dan Pj Bupati Mubar selama ini terjalin sangat baik. Jika Pj Bupati Mubar tak setuju dengan langkah yang dilakukan Pemkab Muna, mestinya ditempuh dengan cara-cara yang elegan dan bersahaja, melalui komunikasi elektronik

“Kalau penarikan randis itu menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi terganggu, maka sebaiknya Pemkab Mubar melakukan komunikasi dengan Pemkab Muna, agar terdapat status yang jelas atas kendraa-kendaraan tersebut, sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 19 tahun 2016, sekaligus dapat menjawab rekomendasi BPK atas status kendaraan dinas dimaksud. Penolakan oleh sebahagian PNS Kabupaten Mubar yang menguasai randis dimaksud, tidak boleh ‘menyandera’ Pemkab Muna dalam menindaklanjuti LHP BPK RI,” tegasnya. (sra/aji)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top