Rusman Janjikan Perbaiki Jalan ke Labulawa – Fajar Sultra
News

Rusman Janjikan Perbaiki Jalan ke Labulawa

FITRI AZHAR/BERITA KOTA KENDARI
MENGHARUKAN. Sambil menangis, warga Desa Labulawa memeluk kaki Bupati Muna, LM Rusman Emba ST, yang berkunjung ke desa tersebut, akhir pekan lalu. Warga setempat menyatakan ini pertama kalinya ada kepala daerah yang menginjakkan kakinya di desa di wilayah paling Timur Kabupaten Muna tersebut.

RAHA, BKK- Desa Labulawa nyaris tak pernah terdengar sebagai pembicaraan di Muna. Maklum, desa ini terletak jauh di pedalaman. Di bagian ujung Timur Kabupaten Muna.

Nama Desa Labulawa hampir-hampir tak terdengar andaikata tidak dikunjungi oleh Bupati Muna, LM Rusman Emba ST. Akhir pekan lalu, Rusman beserta rombongannya, termasuk Berita Kota Kendari, menyambangi masyarakat desa ini.

Perjalanan ke Labulawa dari Raha melintasi jalan khas pegunungan, dengan kontur medan berkelok-kelok, tanjakan dan penurunan curam. Setelah lebih lima jam dan menghabiskan waktu mengitari pegunungan Lambelu, rombongan pun akhirnya tiba.

Desa yang resmi terbentuk 16 tahun lalu itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Buton Utara. Meski jalur darat sudah dibuka, tapi bisa dipastikan aksesnya nyaris mustahil dilalui ketika musim penghujan. Pasalnya, infrastruktur jalan masih terbuat dari tanah, pasir dan batu.

Namun satu hal yang patut menjadi perhatian adalah keindahan panorama pegunungan Lambelu. Saat berada di rute puncak, pemandangan lautan nampak terbuka luas. Iringan awan pun berada sejajar. Pun ketika turun ke lembah, pejalan bisa menikmati pemandangan khas hutan lebat.

Setiba di Desa Labulawa, masyarakat langsung berlomba-lomba mengerubuti Rusman. Sebagian warga nampak sangat emosional menyambut kedatangan kepala daerahnya. Mereka sampai menangis, lalu bersimpuh memegang kaki Rusman. Suasana pun terasa mengharu biru.

Rusman nampak begitu terbawa dengan suasana tersebut. Dia kemudian berjalan menyalami beberapa warga yang terlihat begitu gembira didatangi oleh pejabat tinggi.

Berdasarkan keterangan warga, masyarakat setempat hidup dari hasil perkebunan, seperti ubi, jagung, pisang dan sayur-sayuran. Namun buruknya akses transportasi membuat mereka sangat sulit memasarkan hasil buminya. Sebelum jalan darat dibuka, masyarakat desa yang ingin ke Raha harus mengitari pulau dengan menggunakan kapal.

Rusman mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Karena itu, prioritas utamanya adalah meningkatkan infrastruktur jalanan dari Raha ke Labulawa. Mengingat besarnya dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat maupun kabupaten, ditambah lagi dengan dana lainnya, jalanan sudah harus dikerjakan mulai tahun ini juga.

Tak hanya itu, Rusman juga berjanji akan membangun pasar untuk menghidupkan perekonomian desa. Sumur bor juga akan diperbanyak agar masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih.

“Kita akan sama-sama berjuang agar desa ini tidak lagi terisolir seperti kesan selama ini,” katanya di hadapan warga.

Camat Pasir Putih, Tasrim Darjo menjelaskan, hasil bumi masyarakat desa sebenarnya cukup melimpah, terutama ubi dan pisang. Namun karena masalah transportasi, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak untuk memasarankannya.

“Sudah sangat beruntung kalau bisa menjual sampai ke Buton,” katanya. (c1/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top