Terkabar Hilang, 11 Nelayan Wakatobi Ternyata Terdampar di Maluku – FAJAR Sultra
News

Terkabar Hilang, 11 Nelayan Wakatobi Ternyata Terdampar di Maluku

KENDARIPOS.CO.ID,WANGIWANGI—Selama 10 hari setelah dinyatakan hilang kontak, 11 nelayan akhirnya diketahui keberadaannya. Mereka masih dalam keadaan selamat dan terdampar di Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Para korban berhasil dievakuasi oleh Polair Maluku Tengah bersama nelayan Masohi dari Perairan Nusa Laut, Maluku Tengah, sekira pukul 17.50 Wita, kemarin (5/2).

Keluarga korban di Binongko, Wakatobi, yang mengetahui seluruh awak kapal selamat histeris. Mereka mencari tahu kepastian kabar tersebut. Rasa bahagia terpancar di wajah mereka. Mereka histeris karena tak mampu menahan tangis gembira mengetahui keluarganya masih selamat.

Informasi selamatnya 11 nelayan Wakatobi tersebut pertama kali diketahui saat salah seorang ABK Kapal Manusela 02 bernama La Gani (49) menghubungi istrinya bernama Eliana (39) di Binongko melalui telepon seluler. La Gani menelepon sekira pukul 17.02, kemarin. Dia bersama ABK Kapal Manusela 02 masih berada pada posisi 20 mil pulau dari Maluku Tengah.

H. Buruddin, paman La Gani mengutip perbincangan antara La Gani dan Eliana. Kondisi kesehatan seluruh ABK belum diketahui secara pasti, namun mereka masih selamat. “Kami belum tahu persis kalau kesehatannya,” ungkapnya.

La Gani, kata dia, sempat menceritakan perjuangan sebelas nelayan yang hilang di perairan Binongko. Mereka berangkat melaut sejak 21 Januari namun dinyatakan hilang sejak 25 Januari. Selama 16 hari mereka berada di laut (terhitung sejak berangkat, red). Rupanya KM Manusela 02 mengalami kerusakan mesin di sekitar perairan Binongko. Kapal nelayan itu terombang-ambing di laut selama berhari-hari.

Minggu (5/2) Kapal KM Manusela 02 telah berada 20 mil dari daratan Maluku Tengah, tepatnya di Perairan Nusa Laut. Saat itulah sebelas nelayan ini memutuskan untuk membuat rakit. Usai rakit dibuat di atas kapal dengan memanfaatkan kayu dan benda lainnya, lima orang mendayung menggunakan rakit untuk mencari signal dan enam orang lainnya menunggu di kapal. “Mereka terbawa arus hingga ke Nusa Laut. Dan mereka lalu inisiatif membuat rakit saat sudah melihat pulau. Mereka cari signal untuk menghubungi keluarga di Binongko,” beber Buruddin.

Info terakhir yang diterima keluarga korban, pemilik Kapal KM Manusela 02, H. Haenudin, yang kini berada di Masohi tengah mengupayakan pengevakuasian seluruh korban. Pemilik kapal meminta bantuan Polair Ambon untuk mengevakuasi korban. “Saat telepon La Gani sudah dinonaktifkan karena hampir habis baterainya. Mereka masih akan menggunakan untuk berkomunikasi dengan tim evakuasi,” tambahya.

Sekira pukul 17:50 Wita, dua unit Kapal Polair Ambon dan satu unit kapal nelayan dari Masohi dikerahkan untuk mengevakusai korban. “Kami sudah dapat info dari pemilik kapal bahwa mereka sudah dievakuasi ke posisi yang terdekat. Apakah akan dibawa ke Ambon atau ke Masohi, Ibu Kota Maluku Tengah, kami belum tahu,” akunya. (thy)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top