Input Nilai “Palsu” di PDSS, Sekolah Disanksi – FAJAR Sultra
News

Input Nilai “Palsu” di PDSS, Sekolah Disanksi

*SNMPTN dan SBMPTN 2017 Berbeda Tahun Sebelumnya

KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar sosialisasi penerimaan calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN dan SBMPTN) berbasis Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)tahun ajaran 2017.

Dr La Hamimu

Dalam kegiatan tersebut, UHO mengundang ratusan guru SMA, MA, dan SMK se-Sultra, yang digelar di gedung Auditorium UHO, Sabtu (4/2).

Ketua Panitia SNMPTN/SBMPTN, Dr La Hamimu mengungkapkan, ada dua hal yang berbeda dengan penerimaan mahasiswa baru di tahun ini, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertama, untuk pemeringkatan siswa diatur oleh panitia SNMPTN pusat. Kedua, mata pelajaran umum yang menjadi pemeringkatan siswa.

“Sekolah itu hanya menginput nilai saja. Boleh jadi peringkat di sekolahnya berbeda dengan yang di panitia SNMPTN pusat, karena di pusat hanya menggunakan mata-mata pelajaran umum saja. Misalkan di IPA hanya menggunakan mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi dan Bahasa Inggris serta Bahasa Indonesia. Mata pelajaran lain tidak dijadikan sebagai pemeringkatan, sementara di sekolah semua mata pembelajaran digunakan untuk pemeringkatan,” kata Hamimu saat ditemui usai kegiatan sosialisasi, Sabtu (4/2).

Selain itu, lanjut Hamimu, calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan prestasi akademik, dan konsisten menunjukan prestasinya, layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa melalui SNMPTN oleh perguruan tinggi penerima.

“Calon mahasiswa akan mengikuti seleksi dengan ujian tertulis SBMPTN yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang dapat memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi,” ucapnya.

Kemampuan dasar yang dimaksud, kata Hamimu, meliputi penalaran potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang studi sains dan teknologi (saintek), serta sosial-humanior (soshum) untuk menjadi calon mahasiswa melalui SBMPTN.

Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

“Oleh karena itu, pihak sekolah diharapkan bagaimana dapat merekrut siswanya untuk mengikuti SNMPTN ini dengan benar berdasarkan hasil nilai yang diperolehnya. Karena ada dua sanksi jika suatu saat ditemukan di SNMPTN (yang memasukan nilai yang tidak sebenarnya), di sekolah itu tidak boleh mengikuti SNMPTN tahun berikutnya. Yang kedua bagi siswa yang dinyatakan lulus, bisa saja dibatalkan kelulusannya, jika ditemukan ada kecurangan,” tuturnya.

Harapan UHO, dengan kehadiran para kepala sekolah dan guru ini, proses pendaftaran SNMPTN dapat berjalan dengan baik agar kedepannya siswa siswi tidak mengalami kesulitan dan dapat mempunyai kesempatan untuk diterima diperguruan tinggi negeri.(p9-p11/b/alp)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top