BPOM: Hindari Pembelian Kosmetik Online – Fajar Sultra
News

BPOM: Hindari Pembelian Kosmetik Online

* Kosmetik Ilegal Memakan Korban

KENDARI – Kepala BPOM Kendari Adilla Pababbari mengimbau warga khususnya para wanita agar menjadi konsumen cerdas, dalam setiap menggunakan kosmetik. Sebab saat ini, tidak sedikit kosmetik yang beredar ternyata ilegal dan berbahaya jika dipakai.

Adilla Pababbari

Pihaknya sendiri sudah menerima aduan dari warga kota Kendari yang mengaku telah dirugikan akibat mengunakan kosmetik yang dipesannya melalui online.

Kosmetik yang dipakai tersebut ternyata telah merusakkan kulit wajahnya. Merek kosmetik tersebut diketahui bernama RDL, untuk pemutih muka.

Kata Adilla, derdasarkan pengakuan korban, sebelum ia memakai kosmetik itu mukanya masih mulus, namun wajahnya terus terasa gatal dan perih setelah menggunakan kosmetik itu. Akibatnya, wajahnya menjadi rusak, dengan kulit luar wajahnya terkelupas.

“Satu botol ia pakai mukanya berubah jadi putih, ia kemudian pesan botol kedua dan wajahnya malah gatal-gatal. Ia malah pesan lagi sehingga pada botol ketiga ini muka korban malah tambah rusak, terkelupas,” katanya.

Tidak terima dengan kondisi wajahnya yang rusak, korban kemudain datang mengadukannya ke BPOM. Dari aduan korban, pihaknya sudah menindaklanjutinya dengan melakukan penelitian terhadap kosmetik itu, termasuk menelusuri asal muasal barang tersebut hingga sampai ke konsumen.

“Kita masih selidiki pemilik yang mengedarkan barang itu, dengan bekerjasama Polda Sultra,” ujarnya.

Ditempat terpisah, dari hasil penyelidikan Polda Sultra dari peredaran kosmetik ilegal itu, polisi mendapatkan pengedar kosmetik ilegal tersebut dilakukan seseorang yang tinggal BTN Permata Anawai bernisial SF.

Menurut Kasubbid PID Humas Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh mengungkapkan, penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap SF. Sayangnya hingga saat ini yang bersangkutan masih mangkir.

“Satu kali dipanggil, SF masih mangkir. Saat ini Penyidik sudah melayangkan panggilan kedua kalau tidak hadir lagi dengan ini, Penyidik akan menjemput secara paksa datangi rumah SF,” kata Dolfi.

Selain itu, untuk lebih memastikan barang tersebut, penyidik akan memintai keterangan saksi ahli dari BPOM pada pekan ini. Dolfi juga menuturkan, berdasarkan keterangan saksi kosmetik yang dijual SF, diduga tidak memiliki izin edar.

“Untuk memperkuat bukti lagi, salah satunya akan menunggu hasil keterangan ahli dari BPOM,” ujarnya. (p2/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top