Kasek SMPN 1 Wadaga Dipolisikan – Fajar Sultra
News

Kasek SMPN 1 Wadaga Dipolisikan

LAWORO – Kepala SMP Negeri 1 Wadaga Kabupaten Muna Barat, Drs Salilin, Senin (6/2) dilaporkan ke Polres Muna atas dugaan penganiayaan terhadap dua siswa, R (11) dan A (13). Kedua siswa masih duduk di kelas VII (kelas I, red) di sekolah itu.

Penganiayaan berawal saat R dan A bermain tebak-tebakan pada Selasa (31/1) pekan lalu. Salah seorang guru Wa Ode Musriah Wuna yang mendengar tebak-tebakan itu, mengungkit kembali dan melaporkan kepada Kasek, Senin (6/2). Kedua siswa itu dipanggil menghadap Kasek.

Di ruang Kasek, R dan A diberi kertas. Disuruh menulis kembali tebak-tebakan yang dimainkan. Rupanya, tebak-tebakan mereka adalah soal calon Bupati Muna Barat yang saat ini bertarung di Pilkada. Salah satu siswa menanyakan apa yang dimaksud dengan Ihsan-La Nika? siswa yang satu menjawab kalau Ihsan-La Nika adalah baik. Tebakan kedua, apa yang dimaksud dengan Rajiun-Ahmad Lamani?, dijawab lagi siswa yang satu bahwa Rajiun-Ahmad Lamani tidak baik atau pembohong.

Mungkin tersinggung, sang Kasek langsung marah. Siswa A ditampar hingga mengeluarkan darah pada bagian pipi kiri, di atas kening A juga benjol. Kakinya juga ditendang. Sementara R mendapatkan tamparan pukulan dan tendangan pada bagian paha belakang.

Kuasa hukum kedua siswa tersebut, Abdul Razak Said Ali SH, melaporkan sang kepsek ke polisi. Bahkan dia bilang, kasus penganiayaan tidak hanya sampai di situ. Malah sang kepsek melarang kedua siswa tersebut sekolah di SMP N 1 Wadaga. “Mereka mengalami ketakutan dan melarikan diri tempat mereka disidang. Sempat mengambil tas di ruang kelas dan tidak langsung pulang ke rumah karena ketakutan,” ucap Razak.

Versi Razak, sang kasek tidak puas dengan kejadian tersebut. Kasek mendatangi rumah kedua orang tua korban. Di sana, kepsek terang-terangan mengaku pendukungnya Rajiun-Ahmad La Mani di Pilkada. Dia bahkan mengancam akan menskorsing kedua anak tersebut. “Saya pendukungnya Rajiun-Ahcmad La Mani,” ungkap Razak menirukan kembali keterangan orang tua A, Wa Ode Amuni.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 1 Wadaga Drs Salilin saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia bilang, semua terjadi saat proses diskusi di kelas. Namun, kedua korban malah sibuk berdua dan tidak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru. Karena itu, dia memanggil kedua siswa dan menanyakan apa yang mereka tulis.

“Saya sebagai gurunya berkewajiban untuk mendidik murid, agar mereka tidak berbuat hal-hal yang tidak baik. Saya meminta mereka apa yang mereka tulis. Dan yang mereka tulis adalah apa yang dimaksud dengan Insani dan apa yang dimaksud dengan Rajiun-Achmad Lamani. Mereka tulis Insani orang baik sedangkan Rajiun Achmad Lamani pembohong, banyak janji, sehingga secara spontan saya pukul mereka tetapi tidak sampai berdarah. Itu hanya pukulan untuk mendidik karena kami tidak ingin mereka menulis hal-hal yang tidak baik apalagi yang mereka tulis itu tidak masuk di dalam kurikulum pembelajaran,” jelas Salilin, Selasa (7/2), sambil memperlihatkan tulisan kedua korban.

Salihin membantah jika pukulan yang dia lakukan berkaitan dengan politik. Kata dia, semua murni hanya untuk mendidik siswanya agar tidak lagi berbuat seperti itu. Dia berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan apalagi kedua korban adalah masih keluarganya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna Barat juga telah melakukan upaya agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. “Dari Diknas juga sudah datang di sini untuk memfasilitasi agar bisa diselesaikan secara baik-baik yang juga dihadiri orang tua korban. Orang tua A, bersedia diselesaikan secara damai bahkan sudah berjabatangan. Hanya orang tua R yang tidak bersedia,” ungkap Salihin.

Usai memberi keterangan kepada wartawan, Salilin langsung dibawah jajaran Polsek Lawa menuju Polres Muna.

Di tempat terpisah Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SIK membenarkan kasus ini. Dia bilang sedang dalam proses. “Kami proses kasus ini sesuai prosedur hukum. Terlapor yaitu Kasek sudah kami amankan. Saksi-saksi, termasuk pelapor juga terlapor semunya kami periksa hari ini, (kemarin,red),” ucapnya. (p1/a/aji)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top