Terindikasi Tak Netral, Kapolres Bombana Diprotes – FAJAR Sultra
News

Terindikasi Tak Netral, Kapolres Bombana Diprotes

KENDARI – Adanya indikasi Kapolres Bombana AKPB Bestari Hamonangan Harahap dan Kasat Intelkam Polres Bombana Iptu Jimi Fernando tidak netral dalam pilkada Bombana membuat Partai NasDem Sultra bersuara. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem Sultra Amir Faisal mengaku sudah menelusuri fakta-fakta di lapangan berkait tidak netralnya kedua perwira tersebut.

Dalam penelusuran, ia menduga kalau kedua perwira kepolisian itu tidak netral dalam pilkada Bombana. Indikasi keduanya tidak netral dapat tercium ketika Kapolres Bombana melalui Kasat Intel memanggil para kepala desa ke markas Polres Bombana tanpa alasan yang tidak jelas.

Saat di Polres, katanya, para kepala desa diminta memenangkan pasangan calon nomor urut satu Kasra Jaru Munara-Man Arfa dengan suara maksimal 70 hingga 80 persen.

Selaku pendukung H Tafdil-Johan Salim, NasDem tidak menerima hal tersebut. Selama ini, kata Amir Faisal, kuasa hukum Tafdil-Johan sudah melaporkan kedua perwira kepolisian ke Propam Polda Sultra dan Panwaslu Bombana. Sayangnya, laporan mereka belum ditindaklanjuti.

“Padahal pelanggaran pilkada itu harus sesegera mungkin (ditangani). Laporan itu sudah disampaikan dua minggu lalu,” ungkapnya di Kantor NasDem Sultra, Selasa (7/2).

Pihaknya berjanji akan menjaga supaya pilkada tetap berlangsung damai. Namun ia meminta supaya pihak kepolisian yang merupakan institusi pemerintahan mampu menjaga stabilitas keamanan di daerah.

“Kalau kemudian ada indikasi (pihak kepolisian berpihak),ini sudah menciptakan titik rawan. Makanya kami mengapresiasi ada permintaan masyarakat (supaya mencopot Kapolres Bombana) dan saya harap kepada kapolda agar merespons aspirasi itu,” jelasnya.

Sekretaris NasDem Sultra La Ode Ikhsanuddin Saafi mengatakan ketidaknetralan perwira kepolisian itu dalam pilkada Bombana tentu sangat merugikan kandidat yang mereka usung. Sehingga mereka meminta supaya Kapolda Sultra bisa menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Di tempat terpisah, Kasat Intelkam Polres Bombana Iptu Jimi Fernando membantah kalau dirinya dan Kapolres Bombana tidak netral dalam pilkada.Menurutnya tuduhan kalau mereka tidak netral dalam pesta demokrasi sama sekali tidak benar.

Jimi mengungkapkan pemanggilan kepala desa ke Polres Bombana murni karena adanya laporan masyarakat yang melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa. Waktu itu, katanya, setelah mendapat laporan warga, pihaknya mengundang para kepala desa untuk melakukan klarifikasi dalam tahap penyelidikan.

Dan selama berada di Polres, pihaknya sama sekali tidak pernah menyampaikan kepada kepala desa agar memenangkan pasangan calon Kasra Jaru Munara-Man Arfa.

“Olehnya itu, tuduhan (kalau kami tidak netral), itu tidak benar,” tegasnya saat dihubungi via telepon.

Jimi menegaskan tidak pernah berpihak kepada salah satu pasangan calon. Adapun pemanggilan para kepala desa itu murni untuk kepentingan penyelidikan. (r1/b/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top