Aset Bank Daerah Kalahkan Bank Umum – FAJAR Sultra
News

Aset Bank Daerah Kalahkan Bank Umum

KENDARI – Tak ingin menjadi penonton di rumah sendiri, perbankan daerah di Sultra terus menancapkan cakar dan melebarkan sayapnya. Hal ini terlihat dari aset yang dimiliki perbankan daerah di Sultra mencapai 83,5 persen.

Suasana FEG OJK Sultra di Grand Clarion Hotel Kendari, Selasa (7/2) malam.

Demikian kata Kepala OJK Sultra, Widodo diacara FEG OJK Sultra 2017 di Grand Clarion Hotel Kendari, Selasa (7/2) malam. “Berdasarkan pangsanya, bank pemerintah masih mendominasi industri perbankan di Sulawesi Tenggara dengan porsi aset mencapai 83,5 persen. Sedangkan total bank swasta nasional hanya sebesar 15,5 persen dari total aset bank umum di Sultra. Untuk BPR posisi per September 2016, pertumbuhan asetnya sebesar 14 persen dibanding Desember 2015,” papar Widodo.

Lebih lanjut, aset bank umum per September 2016 mencapai Rp22,63 triliun. Pertumbuhan aset bank umum sebesar 2,03 persen dibanding Desember 2015. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 3,75 persen atau Rp15,44 triliun, dengan rincian pertumbuhan tabungan sebesar 17,77 persen atau Rp7,72 triliun, deposito sebesar 6,45 persen atau Rp 3,93 triliun.

Demikian juga dengan kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 15,8 persen atau Rp18,12 triliun. Di mana penyaluran kredit modal kerja tumbuh 17,95 persen atau Rp5,06 triliun dengan 4,82 persen NPL atau kredit macet. Investasi tumbuh 281,56 persen atau Rp 6,83 triliun dengan NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet sebesar 6,83 persen. Penyaluran kredit konsumsi tumbuh 11,29 persen atau Rp11,14 triliun dengan NPL 1,17 persen.

Sementara itu, lima sektor penerima kredit sekor ekonomi tertinggi oleh bank umum di Sultra diantaranya sektor rumah tangga untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya dengan porsi 55,36 persen atau Rp 8,68 triliun, perdagangan besar dan eceran dengan porsi 26,91 persen atau Rp 4,22 triliun, rumah tangga untuk pemilikan rumah tinggal dengan porsi 11,42 persen atau Rp 1,79 triliun, konstruksi memiliki porsi 3,38 persen atau Rp 0,53 triliun dan sektor terakhir adalah penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum dengan porsi 2,93 persen atau Rp 0,46 triliun.

“Untuk IKNB di Sultra, dapat kami sampaikan piutang pembiayaan Sultra per November 2016 adalah sebesar Rp 2,32 triliu. Sedangkan untuk piutang pembiyaan nasional mencapai Rp394,87 triliun dengan total aset sebesar Rp 438,22 triliun atau tumbuh 3,1 persen. Pembiayaan modal ventura di Sultra per Oktober 2016 adalah sebesar Rp 13,05 miliar dengan jumlah Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) sebanyak 224. Selain itu, untuk total aset dana pensiun di Sultra sebesar Rp 127 miliar dengan tingkat pertumbuhan 21,36 persen,” jelasnya.

Berdasarkan overview kinerja industri keuangan di Sultra, perekonomian di Sultra diharapkan tidak hanya dapat tumbuh namun juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang merata melalui percepatan akses keuangan daerah. Selain itu, IJK memiliki ruang yang dapat terus berkembang dengan potensi rakyat Sultra yang didominasi sekitar 44,40 persen usia angkatan kerja atau 1,09 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,26 persen. (m5/a/aji)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top