Nasib PNS Eks Dishut dan Distamben Bombana belum Jelas – FAJAR Sultra
News

Nasib PNS Eks Dishut dan Distamben Bombana belum Jelas

RUMBIA, BKK – Pasca dileburnya dua dinas di Bombana, yakni dinas kehutanan (Dishut) dan dinas pertambangan dan energi (Distamben), nasib puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pernah bekerja di kedua instansi tersebut hingga kini belum jelas.

Kondisi ini terjadi karena belum adanya Surat Keputusan (SK) penempatan tugas baru bagi puluhan ASN di eks dua instansi tersebut, dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Di dinas kehutanan misalnya, terdapat sekitar 30 orang PNS yang masih menunggu SK penempatan tugas barunya dari provinsi.

Sementara di Distamben, ada tiga PNS yang belum mengetahui ke mana akan ditempatkan. Sisanya, yang jumlahnya masih mencapai puluhan orang, sudah ditempatkan di sejumlah dinas yang ada di daerah itu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bombana, Rusman Idja S Pd M Si menjelaskan, mengakui, PNS eks Dishut maupun Distamben tersebut memang masih harus menunggu SK penempatan baru dari Pemprov Sultra.

“Sementara kita masih tempatkan mereka di berbagai dinas yang ada, sambil menunggu SK Provinsi,” kata Rusman yang dikonfirmasi wartawan Berita Kota Kendari (BKK), di ruang kerjanya, kemarin.

Mantan Kadis Nakertrans Bombana ini menjelaskan, khusus untuk pegawai eks Distamben, ada belasan PNS yang pindah tugas di Kementerian Pertambangan. “Untuk pegawai dari Dishut, mereka hanya ditempatkan di provinsi saja. Terkait masalah SK bagi mereka yang pindah ke provinsi, kita sudah koordinasikan dan saat ini kita masih menunggu hasilnya,” ungkapnya.

Di pihak lain, mantan Kadis Kehutanan Bombana Muhammad Rukisah yang dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, hingga kini dirinya belum mengantongi SK pemberhentian dari jabatannya sebagai Kadis Kehutanan. “Sampai hari ini saya belum dinonjob, belum juga pensiun. Jadi sebenarnya saya ini masih Kadis Kehutanan,” terang mantan Camat Kabaena Utara sembari berkelakar ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana H Burhanuddin A HS Noy SE M Si yang dikonfirmasi sebelumnya menjelaskan, soal mantan Kadis Kehutanan, Muhammad Rukisah dan mantan Kadis Pertambangan Muhammad Yusuf Lara yang belum mendapatkan jabatan, status keduanya adalah domisioner.

Karena itu, Rukisah kini tempatkan sebagai staf khusus di Sekretariat Daerah (Setda). Sementara Muhammad Yusuf Lara sedang mengurus pensiunnya.

Kendati begitu, Burhanuddin mengaku bahwa dua mantan Kadis tersebut masih memiliki kesempatan untuk memangku jabatan eselon dua. Sebab dalam waktu yang tidak terlalu lama, Pemkab Bombana yang tergabung dalam Panitia Seleksi (Pansel) calon pejabat eselon dua, akan kembali menyeleksi calon pejabat untuk menduduki jabatan yang masih kosong di enam dinas yang kini masih diisi oleh sekretaris masing-masing dinas.

“Intinya baik Rukisah maupun Yusuf Lara masih punya kesempatan untuk memangku jabatan eselon dua. Hanya saja mereka harus mengikuti tahap seleksi yakni proses wawancara (fit and propert test) yang dilakukan oleh Pansel nanti. Jadi mereka tidak perlu berkecil hati,” tukas Burhanuddin. (cr2/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top