Trump peringati Israel: Permukiman baru tidak baik untuk perdamaian – Fajar Sultra
News

Trump peringati Israel: Permukiman baru tidak baik untuk perdamaian

Merdeka.com – Parlemen Israel, Knesset baru saja meloloskan sebuah undang-undang yang memberikan kewenangan kepada negara untuk merampas tanah milik warga Palestina. Kebijakan ini langsung mendapatkan kecaman dari dunia internasional, tidak terkecuali Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dilansir BBC, Jumat (10/2), Trump dalam sebuah wawancaranya dengan koran Israel Hayom tidak memberikan pembelaan soal rencana sekutu dekat negerinya itu. Presiden ke-45 ini percaya tindakan itu bisa menyebabkan gagalnya kesepakatan damai setelah selama beberapa dekade selalu menemui kegagalan.

“Saya ingin Israel bertindak sepantasnya untuk proses perdamaian dan itu akan benar-benar terjadi setelah bertahun-tahun. Dan mungkin akan menjadi perdamaian yang luas, bukan hanya untuk Israel dan Palestina,” kata Trump dalam wawancaranya.

Menurut Trump, dia bukan seseorang yang memandang pembangunan permukiman baru itu bisa memberikan kedamaian. Sebab, kebijakan itu justru membuat tanah-tanah untuk masyarakat Palestina berkurang drastis.

“Di sana wilayah yang tersisa terbatas. Setiap kali anda mengambil tanah untuk permukiman, kawasan yang tersisa hanya sedikit. Saya bukan seseorang yang percaya penambahan permukiman baik untuk perdamaian. Tapi kami sedang mencari beberapa opsi,” tambahnya.

Israel sendiri telah meluncurkan rencana pembangunan 6.000 rumah baru bagi warganya, hanya beberapa pekan sejak Trump dilantik. Rencana itu ditentang Otoritas Palestina yang menyebut kesempatan untuk berdamai telah berhenti.

Lebih dari 600 ribu warga Yahudi tinggal di 140 permukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Sejumlah permukiman itu diyakini ilegal berdasarkan hukum internasional, di mana Israel menentangnya.

Selama masa kampanye sendiri, Trump memperkenalkan diri sebagai pendukung Israel, dia juga mengkritik Barack Obama yang pada Desember lalu memilih tidak memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyebut permukiman itu ‘tidak memiliki validitas legal’ dan hambatan untuk perdamaian.

Selama dua pekan pertama duduk di kursi kepresidenan, Trump tidak memberikan pernyataan apapun ketika negara Yahudi itu menyetujui pembangunan permukiman baru di atas tanah milik warga Palestina. Namun, kebungkaman itu berubah pekan lalu, dan Gedung Putih meminta agar Israel tak melanjutkan kebijakannya.

Senin (6/2) kemarin, parlemen Israel menyetujui undang-undang baru yang memungkinkan pemerintah merampas tanah secara legal untuk membangun 4,000 rumah baru. Namun, persetujuan itu ditentang oleh jaksa agung yang menyebut aturan itu tidak konstitusional.

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top