90 Desa Pelatihan BUMDes dan Pasar Digital – Fajar Sultra
News

90 Desa Pelatihan BUMDes dan Pasar Digital

Wakil Bupati Konsel Dr Arsalim Arifin MSi saat membuka pelatihan BUMDes dan Pasar Digital, Senin (13/2).

ANDOOLO, BKK – Sebanyak 90 desa mengikuti pelatihan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pasar Digital diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Pelatihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pengurus BUMDes dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan.

Kadis DPMD Konsel, Drs I Putu Darta MT mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan pelatihan adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pengurus pengelola BUMDes dalam mengembangkan usaha BUMDesnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi desanya.

” Dengan meningkatnya pengetahuan keterampilan dan sikap pengurus pengelola BUMDes diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta mampu menjalankan BUMDes dengan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Bila hal ini dapat tercapai akan memberikan dampak pada meningkatnya pendapatan asli desa dan juga meningkatnya kesejahteraan penduduk desa,” harapnya saat mengawali pembukaan pelatihan tersebut, Senin (13/2).

Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Zenith Kendari dimulai Senin dan berakhir 16 Februari 2017. Terdiri atas dua gelombang dengan waktu masing-masing selama 2 hari.
“Gelombang pertama 13 sampai 14 Februari tahun 2017 diikuti 90 orang dari 45 desa menyusul gelombang II 15-16 februari 2017 diikuti juga 90 orang dari 45 desa, peserta masing masing desa diwakili oleh ketua dan bendahara BUMDes,” terangnya

I Putu Darta menyebutkan Sumber anggaran pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan anggaran yang dibebankan dalam DPA-SKPD Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Konsel tahun anggaran 2017.

Wakil Bupati Konsel, Dr Arsalim Arifin MSi sebelum membuka acara pelatihan secara resmi mengatakan, sangat bersyukur bertemu dan bertatap muka dengan para pengurus BUMDes dari 45 desa yang telah membentuk BUMDes. Ini merupakan gelombang pertama dari dua gelombang yang akan direncanakan mengikuti pelatihan.

Arsalim berharap peserta dapat memperhatikan secara serius dan saksama serta dapat mempertanyakan secara kritis kepada narasumber tentang mekanisme pengelolaan BUMDes dan strategi mengakses pasar digital.

Arsalim juga mengatakan, BUMDes merupakan badan usaha yang seluruh dan atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan demikian, lanjut dia, BUMDes selain untuk memperkuat perekonomian desa, eksistensi atau keberadaan BUMDes adalah untuk memperkuat potensi desa yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama potensi ekonomi desa yang memiliki daya saing dan permintaan pasar yang besar serta tersedia sumber daya manusia yang mampu mengelolah BUMDes sebagai aset penggerak perekonomian masyarakat.

Untuk itu, masi dia, dalam penetapan usaha ekonomi yang dikelolah BUMDes diperlukan perencanaan usaha(Bussines plan) yang matang.

“Karena saudara saudara mengelola aset desa atau aset orang banyak yang harus dipertanggung jawabkan,” pintanya

Usaha ekonomi produktif yang dikelolah BUMDes diharapkan sejalan dengan potensi unggulan desa(one village one product) sehingga arah pembangunan desa benar benar focus pada suatu potensi ekonomi yang memiliki daya ungkit tinggi artinya mampu menggerakan seluruh sektor ekonomi disuatu desa.

“Inilah pentingnya mengapa usaha ekonomi produktif yang dikelola BUMDes harus dimusyawarakan melalui musyawarah desa dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yang ada di desa,” terangnya

Arsalim berharap BUMDes yang telah terbentuk diseluruh desa di Kabupaten Konsel saat ini merupakan perwujudan atau representasi dari pengelolaan ekonomi produktif desa yang dilakukan secara kooperatif, partisifatif, transparansi, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Kami berharap yang mengikuti pelatihan agar benar benar serius dan penuh perhatian sehingga BUMDes dapat berjalan secara mandiri, efektif, efisien serta profesional yang pada akhirnya mampu menumbuh kembangkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat desa,” harapnya

Berkaitan dengan pasar digital, Arsalim berharap BUMDes dalam mengembangkan sumber daya ekonomi potensial di desa harus memanfaatkan kemudahan kemudahan untuk memperoleh informasi melalui pemanfaatan teknologi internet sehingga pemasaran dan promosi serta net working produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga selain dapat memenuhi kebutuhan lokal, pihaknya berharap produk produk unggulkan yang dikelolah BUMDes kedepan dapat memenuhi kebutuhan pasar regional bahkan international.

Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa (UED) Konsel, Asrul Abbas SE menerangkan peserta kegiatan pelatihan BUMDes dan Pasar Digital diambil dari pengurus Bumdes yang baru terbentuk dan Pengurus BUMDes yang sudah berjalan sukses.hal itu dilakukan agar dalam pelatihan terjadi diskusi dan bertukar pikiran serta pengalaman dalam mengoptimalkan kepengurusan BUMDes.

” Kita ingin mendukung visi misi bupati dalam menuju desa maju konsel hebat dengan bagaimana peruntukan dana desa yang dikelolah setiap BUMDes bisa berjalan secara optimal dan sukses,”jelasnya

Asrul juga mengatakan hasil verifikasi BPMD Provinsi Sultra tercatat 272 desa yang sudah membentuk BUMDes dari 336 desa yang ada dikonsel sedangkan untuk sisanya yang berjumlah 64 desa masi tahap verifikasi.

“90 desa yang ikut pelatihan BUMDes kita ambil dari 272 desa yang telah membentuk BUMDes berdasarkan data yang tercatat di BPMD Provinsi kemudian kita pilih desa yang baru membentuk BUMDes kita sandingkan dengan desa mempunyai BUMDes yang telah lama dan sukses menjalankan BUMDes agar dalam dalam diskusi nantinya bisa bertukar pengalaman,” jelasnya. (cr13)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top