Gubernur Sultra Harus Berpikir Global – FAJAR Sultra
News

Gubernur Sultra Harus Berpikir Global

KENDARI – Pemilihan Gubernur Sultra tinggal hitungan bulan saja. Sudah banyak pula nama-nama yang beredar ke publik untuk tampil menjadi kontestan.

Sebut saja, Ir Asrun Meng SC (Wali Kota Kendari), Rusda Machmud (Bupati Kolaka Utara), Lukman Abunawas (Sekretaris Provinsi Sultra), Ir Ridwan (Anggota DPR-RI), Ali Mazi (Mantan Gubernur Sultra), dan sejumlah nama lainnya yang kini terus melakukan sosialisasi ke masyarakat.

H Hery Asiku SE

Melihat itu semua, anggota DPRD Sultra asal Partai Golkar, Hery Asiku menyebut, Gubernur Sultra lima tahun mendatang harus berpikir global. Salah satu saran Hery adalah bagaimana status Bandara Haluoleo menjadi penerbangan internasional penyangga Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.

“Gubernur Sultra sebelumnya (Nur Alam,red) sudah meletakan pembangunan diberbagai bidang. Termasuk Bandara Haluoleo. Ke depan, yang harus dipikirkan bagaimana menjadikan badara Haluoleo menjadi bandara internasional,” jelas Hery, saat disambangi di kediaman rumahnya, Rabu (15/2).

Hery menjelaskan, gubernur yang berpikir global berkaitan dengan maraknya tenaga kerja asing yang masuk di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah via Bandara Haluleo, terutama TKA asal China. Ini menjadi dasar utama kenapa harus menjadi bandara internasional.

“Setiap bulan banyak sekali TKA asal China yang masuk ke Sultra. Kita harus akui itu. Tetapi, semua itu sudah di atur pemerintah pusat. Kalau Bandara Haluoleo menjadi ienternasional, maka seluruh administrasi menjadi domain Sultra. Kita bisa datangkan Imigrasi, Bea Cukai dan lain sebaginya, untuk mengatur keluar masuk TKA di Sultra. Sekarang, yang kita lakukan adalah hanya melihat saja kedatatangan dan kepergian TKA dari dan menuju Sultra,” jelasnya.

Soal lain, kenapa harus internasional, karena banyak tenpat-tempoat wisata di Sultra yang bisa dijual di mancanegara. Sebut saja Terumbu Karang di Wakatobi, Pulau Labengki di Konawe Utara, dan Pulau Bokori di muara Teluk Kendari.

“Kalau kita yang atur semua TKA ini, mereka juga bisa menjadi wisatawan dadakan, setelah bekerja diberbagai perusahaan tambang, baik di Sultra maupun di Sulteng,” ucap Hery.

Hanya saja, ide ini kata Hery harus ada political will dari pemerintah pusat. Untuk mengejar itu, Pemprov Sultra atau Gubernur Sultra ke depan bersama DPRD harus bekerja sama untuk mendapatkan sebuah keputusan resmi dari presiden.

“Sultra ini punya banyak potensi pariwisata yang bernilai jual hingga mancanegara. Karena itu, Pemda termasuk DPRD bisa bersama menjadikan Sultra sebagai salah satu tujuan wisata internasional. Semua harus bekerja sama untuk mendapatkan political will pemerintah pusat. Tidak hanya oleh gubernur, tetapi juga DPRD dan stakeholder lainnya,” tutup mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri Sultra ini. (aji)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top