Netralitas Dewan Hakim Jadi Sorotan STQ Kolaka – FAJAR Sultra
News

Netralitas Dewan Hakim Jadi Sorotan STQ Kolaka

Wabup Kolaka selaku ketua LPTQ Muh Jayadin, didampingi Kabag Kesra Andi Wahidah dan Syaifuddin Mustaming, memimpin Rakorda LPTQ. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA,BKK- Netralitas dewan hakim dalam memberikan penilaian dalam ivent Seleksi Tilawatil Quran(STQ) tingkat kabupaten Kolaka, menjadi sorotan camat, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kecamatan.

‎Sorotan pada dewan hakim ini terjadi dalam rapat koordinasi daerah LPTQ kabupaten Kolaka, dipimpin ketua LPTQ yang juga wakil bupati Kolaka H Muh Jayadin, Rabu (15/2) di alun-alun 19 november Kolaka.

‎Terhadap sorotan para camat, Kepala KUA dan ketua LPTQ kecamatan, Kabag Kesra Kolaka Hj Andi Wahidah menyampaikan bahwa sebelum STQ, mereka telah melakukan worshop dengan mendatangkan ketua dewan hakim nasional. Disamping itu para hakim disumpah dibawah Alquran. Karena itu, jika masih belum juga percaya, tidak tahu lagi mereka harus berbuat apa.

Begitupun salah seorang dewan hakim Asri Mangka mengaku kalau potensi dewan hakim untuk melakukan kecurangan sangat tipis, bahkan hampir tidak ada, karena ada empat hakim dengan interpal waktu tiga. Setiap hakim akan memaparkan kesalahan peserta dan dimana letaknya melalui pleno. Selain itu hakim juga disumpah dengan Alquran.

Terkait hal ini, Wakil bupati Jayadin berharap melaui STQ kualitas semakin bertambah dengan menghilangkan rasa curiga. Begitupun semua kekurangan akan diperbaiki dengan mengundang semua pengurus LPTQ kecamatan.‎ Kedepan pada MTQ tahun 2018 akan mencari hakim dari luar untuk cabang hifzil, meski diketahui dewan hakim Kolaka banyak dipakai pada MTQ maupun STQ tingkat Provinsi.

Jayadin juga berharap supaya setiap kecamatan melakukan pembinaan, khususnya Dana Desa dan Alokasi Dana Desa supaya tidak digunakan seluruhnya untuk fisik, tapi sebagian digunakan untuk pembinaan kemasyarakatan, dalam hal ini pembinaan keagamaan.

“Jangan dana Rp 650 juta semuaa digunakan membangun drainase, tapi bisa diambil disitu untuk pembinaan keagamaan, paling tidak Rp 5 juta,” harap Jayadin.

‎Sementara sekretaris LPTQ Kolaka H Syaifuddin Mustaming bahwa dimasa kepemimpinan Bupati Buhari Matta tahun 2011, ada konsensus yang disepakati bahwa setiap desa/kelurahaan mengutus anak-anaknya yang memiliki potensi untuk dibina di kecamatan.

Pada rapat tersebut, ditetapkan STQ ke-2 tahun 2019 akan dilaksanakan di kecamatan Samaturu. (r3/lex)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top