Berjualan di Bahu Jalan, Ratusan Pedagang Laino Direlokasi – Fajar Sultra
News

Berjualan di Bahu Jalan, Ratusan Pedagang Laino Direlokasi

FITRI/BKK
Situasi relokasi pedagang di bahu jalan di sepanjang Jl Pasar Laino Raha dibantu oleh Sat Pol PP Kabupaten Muna, Kamis (16/2)
Kondisi jalan di sepanjang pasar Laino Raha pasca relokasi.

RAHA, BKK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna kembali melakukan penertiban para pedagang, sebagai upaya penataan kota dalam rangka meraih Adipura. Kali ini giliran para pedagang yang berjualan di bahu jalan di di depan Pasar Laino Raha, Kamis (16/2). Ratusan pedagang itu kemudian dipindahkan di lokasi yang telah disediakan yakni dalam Pasar Laino Raha dan ke pasar pelelangan ikan.

Selain itu puluhan pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan depan Kantor Golkar Muna dan penjual yang berjualan di trotoar sepanjang jalan menuju Pasar Laino Raha. Relokasi yang dilakukan Dinas Perindag di back up Sat Pol PP berjalan lancar.

Sejak pukul 07.00 Wita aparat Disperidag dan Satpol PP sudah melakukan aktivitas di lokasi relokasi. Setelah menyampaikan kepada para pedagang, dengan sukarela kemudian para pedagang memindhakan barangnya.

“Ini perintah Bupati Muna agar semua pedagang yang berjualan di bahu jalan, di pinggir jalan, trotoar di sepanjang jalan Pasar Laino Raha dan Kantor Golkar, kita relokasikan. Karena kegiatan ini sudah kita sosialisasikan sejak minggu lalu, jadi para pedagang sendiri yang bongkar kios, lapak dan lod mereka. Kita cuma membantu saja mengangkut barang mereka. Ada juga satu satu dua orang yang belum membongkar kiosnya, ya terpaksa harus kita bongkarkan semua,” kata Kasi Trantip Sat Pol PP Muna, Sarmin Mitere yang menurunkan 80 orang anggotanya melakukan relokasi.

Sementara itu Kadis Perindag Achmad Yani B SE MSI mengatakan relokasi ini sudah lama disosialisasikan pada para pedagang. ” Sebelum kita relokasi, kita sudah adakan sosialisasi dulu. Bahkan kios untuk masing masing pedagang sudah kita lakukan sistim lot. Tidak boleh lagi ada pedagang yang berjualan dibahu jalan, bahkan sudah masuk dalam jalanan dalam Kota Raha. Semua akan kita tertibkan untuk menata kota Raha agar tidak kumuh,” tambah Yani sapaan akrab Kadis Perindag ini kemarin.

Di tempat terpisah sejumlah pedang diantaranya Wa Aba dan Nursiah mengaku tidak kebaratan direlokasi, asal mereka disediakan tempat yang layak untuk berjualan. ” Saya mau dipidahkan dan kiosku dibongkar. Tapi saya harus disiapkan tempat dipelelangan ikan. Kalau tidak, saya mau berjualan dalam areal Kantor Golkar Saja,” kata Nursina yang berjualan sayuran, buah dan sembalko di depan Kantor Golkar Muna kemarin.

Jika Nursina menerima direlokasi, berbeda dengan Wa Aba. Wanita paruh baya penjual buah dan sayuran ini keberatan kiosnya dibongkar petugas. ” Saya bilang Sat Pol PP jangan dulu dia bongkar kiosku. Tapi mereka tidak hiraukan saya, dan tetap membongkar kiosku. Saya ini pendukung Bupati Muna Rusman, tapi kioaku dibongkar juga. Kalau masalah sosialisasi oleh petugas, saya tidak tahu itu,” kata Wa Aba yang mengatakan tidak mau berjualan jika lokasi berjualan yang diberikan Pemda Muna tidak strategis.

Pantauan koran kemarin pasca relokasi di 3 titik yaitu depan Pasar Laino Raha tempat para penjual ikan, sayur dan buah. Kemudian dilokasi dibahu jalan serta kanan dan kiri jalan di depan terminal Laino Raha serta depan Kantor Golkar Muna dan para penjual diatas trotoar jalan depan Kantor Golkar sampai ke Pasar Laino, sudah bersih dibongkar. Tinggallah sampah serta bahan bangunan kios dan lapak saja yang tersisa direlokasi masing masing. (r1/lex)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top