Tak Berizin, Pemilik Pabrik Kecap Diproses – FAJAR Sultra
News

Tak Berizin, Pemilik Pabrik Kecap Diproses

KENDARI – Proses hukum terhadap kasus penggeledahan Pabrik Kecap 88 milik tersangka Andrew Que, yang diduga keras illegal tanpa izin edar dari Dinas Kesehatan berlanjut.

Kali ini berkas tersangka yang dikumpulkan Penyidik Pegawai Negeri sipil (PPNS) Badan Pengawas Obat dan Makanan, bekerjasama dengan Penyidik Subdit Indag Direskrimsus Polda Sultra, dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kendari.

Sebelumnya, pabrik kecap 88 digeledah BPOM bersama Polda Sultra, karena telah melakukan penjualan kecap 88 tanpa izin edar dari Dinas Kesehatan.

Pada penggeledahan yang berlangsung November 2016, aparat mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 123 lusin produk kecap, serta menetapkan tersangka terhadap pemiliknya Anwar Que.

“Berkasnya sudah di P21, setelah pihaknya melengkapi beberapa petunjuk dari JPU,” kata Kepala BPOM Kendari Adilah Pababbari .

Sedianya, dalam waktu dekat ini BPOM tinggal melimpahkan tahap dua berkas tersangka Andrew Que termasuk barang bukti yang diamankan oleh BPOM yang saat ini disimpan di Rumah penyitaan benda simpanan negara ( Rupbasan).

Sementara untuk tersangka sendiri, hingga saat ini belum ditahan oleh Penyidik. Akan tetapi saat pelimpahan berkas nanti, rencananya penyidik juga akan memanggil tersanga selaku pemilik pabrik.

Andrew Que selaku pemilik pabrik kecap 88 mengaku mengoperasikan pabriknya sejak 2015. tersangka sendiri telah melakukan aktifitas penjualan kecapnya hingga ke beberapa daerah di Sultra. Diantaranya kabupaten Konawe dan kota Kendari, adapun sasarannya yaitu penjual bakso maupun somay keliling, serta warung makan.

Setelah ditindak lanjuti melalui uji labroratorium, terungkap pembuatan kecap 88 milik Andrew Que tidak sesuai standar.

“Ia membuat kecap dengan menggunakan pengawet yang berlebihan, tak sesui standar kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, proses pembersihan botol kecap, juga dilakukan tanpa standar kebersihan.

Setidaknya untuk tersangka sendiri terancam dijerat dengan Undang-undang kesehatan. Sedangkan untuk pabrik pengolahan kecap ini yang berlokasi di di kecamatan Puwatu, kelurahan Watulondo, telah ditutup. (rs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top