Mangkir, Direktur Bososi Kembali Dipanggil – FAJAR Sultra
News

Mangkir, Direktur Bososi Kembali Dipanggil

KENDARI – Direktur PT Bososi Pratama, Andi Uci mangkir dari panggilan penyidik Subdit IV Tipiter Dit Res Krimsus Polda Sultra, terkait aksi penambangan ilegal yang dilakukan PT Bumi Bintang Selatan Mineral (BBSM) di desa Mandiodo, Lasolo, Konut.

PT BBSM melakukan aktivitas ilegal penggalian Ore nikel, karena diberikan kontrak kerja oleh Direktur PT Bososi yakni Andi Uci.

“Andi Uci baru kali pertama mendapatkan surat panggilan, namun yang bersangkutan tidak hadir untuk diperiksa,” kata Kasubdit VI Tipiter Direskrimsus Polda Sultra AKBP Hartono, kemarin.

Dikatakannya, Andi Uci akan diperiksa terkait penambangan ilegal yang dilakukan PT BBSM.

“Belum hadir tanpa keterangan hingga sekarang ini. Untuk itu kita akan kirimkan lagi surat panggilan, kalau masih tidak hadir lagi, maka akan dikirimkan surat panggilan penjemputan paksa,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Direktur PT BBSM bernama Zul juga ikut ditetapkan tersangka. Yang bersangkutan telah diperiksa pada Kamis 16 Februari 2017 (Kemarin).

Hartono menuturkan, pemeriksaan terhadap Direktur PT BBSM itu terkait penambangan yang dilakukannya hingga diluar IUP PT Bososi.

Selain itu, dia juga diperiksa terkait PT BBSM melakukan aktivitas penggalian Ore nikel meskipun belum memiliki IUP.

Untuk diketahui Tim Subdit Tipiter Dit Krimsus senin 27 Februari​ 2017 sekitar pukul 14.00 wita melakukan pengecekan lokasi pertambangan biji nikel di Desa Morombo Kec. Lasolo Kab. Konawe Utara.

Hasil dari pengecekan tersebut ditemukan kegiatan penambangan bijih nikel, dan kemudian team melakukan pengambilan titik koordinat di lokasi penambangan. Bahwa lokasi penambangan di duga berada di luar lokasi IUP PT. BP.

Kegiatan penambangan di lakukan sudah sekitar 1 ( satu ) bulan. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan penggalian ore nikel menggunakan alat berat dan melakukan pengangkutan hasil penambangan ke lokasi stok pile di dekat jety atau pelabuhan menggunakan Dump Truck.

Hasil produksi penambangan ore nikel sejumlah sekitar 7.000 MT (tujuh ribu metrik ton). Kegiatan penambangan di lakukan oleh kontraktor mining an. PT. BBSM. PT. BBSM mendapatkan perintah kerja dari TSK AU yang mengaku sebagai direktur PT. BP.

Karyawan PT. BBSM di lokasi penambangan tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan dalam melakukan kegiatan penambangan dengan alasan berada di kantor pusat. Atas Penambanganga Tampa IUP teraebut maka perusahaan tambang nikel itu tindak pidana dalam bidang pertambangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 Undang-undang Nomor​ 4 tahun 2009 tentang pertambangan minerba. (rs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top