UGM Identifikasi Masalah Bencana di Mubar – Fajar Sultra
News

UGM Identifikasi Masalah Bencana di Mubar

LAWORO – Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menurunkan tim ke Muna Barat (Mubar) setelah daerah itu ditetapkan sebagai daerah percontohan penanganan bencana nasional, kerja sama UGM dan Pemkab Mubar.

Tim dipimpin dosen Manajemen Bencana UGM, Dr Ir Dina Ruslanjari, M.Si pada Jumat (17/3). Tim ini diturunkan untuk melakukan survei investigasi terhadap pulau-pulau yang ada di Muna Barat.

Dr Ir Dina Ruslanjari didampingi Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mubar Muhammad Naazirun, Kepala Dinas Kesehatan, La Ode Mahajaya, Kepala Dinas Pariwisata, Abdul Nasir Kola, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan H La Jono, Kabag Humas Setda Mubar Rasidin dan Camat Maginti Agustamin Sujono.

Sesuai jadwal, tim dari UGM akan melakukan survei di 12 pulau yang berpenghuni dari 34 pulau yang ada di Mubar. Tim akan melakukan sejumlah investigasi terkait permasalahan yang ada di Mubar mulai dari masalah bencana, kesehatan, perikanan, pendidikan dan pariwisata.

Usai survei, Dina Ruslanjari menyebut banyak menemukan permasalahan yang dihadapi masyarakat pesisir dan kepulauan di Mubar. Seperti, potensi bencana yang setiap tahun terjadi, hingga kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang masih di bawah standar.

“Ini termasuk kesehatan dan pendidikan. Saya melihat program KB di sini tidak berjalan dengan baik. Dalam satu rumah tangga memiliki anak 7 bahkan ada yang sampai 13. Ke depan anak-anak ini tidak akan sejahtera baik dibidang pendidikan maupun kesehatan, dan potensi perbaikan hidup mereka akan cenderung menurun dibandingkan orang tuanya,” jelasnya.

Di bidang perikanan, dia menilai masih harus ditata dengan baik. Apalagi berdasarkan data yang didapatkan, penangkapan ikan yang dilakukan masyarakat masih menggunakan bom yang dapat merusak kelangsungan hidup ekosisten laut ke depanya.

“Ini harus ditata lagi. Karena terumbu karang akan rusak dan pada akhirnya ikan-ikan tidak akan adalagi di situ. Mereka juga tidak memiliki akses untuk menangkap ikan ke tempat yang lebih dalam sehingga masyarakat akan lebih susah lagi.

Dari sejumlah permasalahan tersebut, akan ditindaklanjuti oleh UGM bekerjasama dengan Pemda untuk disampaikan ke Kementerian terkait.

“Kita akan membuat kajian yang lebih serius, dan akan dikoordinasikan dengan Pemda. UGM sebagai fasilitator akan menyampaikan ini kepada Kementerian terkait agar bisa diselesaikan. Tentu tidak akan semua diselesaikan sekaligus tetapi satu persatu kita akan lihat mana yang lebih urgen, “jelas Dosen UGM ini.

Dalam waktu dekat, UGM akan segera melakukan MoU dan MOE dengan Pemda Mubar. “Kita juga akan bekerjasama dalam bidang pendidikan. Meskipun ada beasiswa dari Pemda tetapi kita berharap nanti ada beasiswa dari pihak lain yang bisa didapatkan mereka yang adari Mubar yang akan kuliah di UGM,” harapnya.

Kerjasama ini bisa mempercepat perkembangan Muna Barat. Apalagi dengan program pariwisata yang sementara dirintis Pemda Mubar.

“Karena kita masih kalah dibanding dengan wisata yang ada di Wakatobi, sehingga kita akan menjadi sebagai pendamping Wakatobi dulu. Namun saya melihat Mubar memiliki potenai wisata yang sangat luarbiasa dengan pasir putih yang begitu bagus dan terumbu karang yang sangat bagus saya yakin bisa berkembang dwngan baik, “ujarnya. (rs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top